alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Resmi Wali Kota Pasuruan, Gubernur Khofifah: Gus Ipul Top Mentor UMKM

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo – Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo resmi dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota Pasuruan, Jumat (26/2). Keduanya akan mengemban jabatan itu selama lima tahun ke depan.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Gradika Surabaya. Sementara pelantikan kepala daerah yang menang pada pilkada serentak 2020 itu, dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama pukul 09.00, sesi kedua pukul 13.30, dan sesi ketiga pukul 16.00.

Di Jawa Timur, ada 17 kepala daerah yang dilantik. Untuk Kota Pasuruan, pelantikan digelar pada sesi kedua, pukul 13.30. Selain Kota Pasuruan, Gubernur juga melantik 16 kepala daerah lainnya di hari yang sama.

Meski begitu, yang hadir dalam agenda pelantikan dibatasi. Yakni hanya wali kota, wakil wali kota, beserta masing-masing istri, keluarga, ajudan, dan protokol.

Sementara undangan pelantikan kepala daerah mengikuti secara virtual daring di daerah masing-masing. Beberapa pejabat Forkopimda Kota Pasuruan, KPU, dan Bawaslu menghadiri pelantikan di Ruang Untung Suropati Balai Kota Pasuruan. Di sana, protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat.

BERPASANGAN: Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo bersama pasangannya. (Foto: Istimewa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan selamat bertugas bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru dilantik. Dia menyinggung partisipasi pemilih dalam pilkada yang digelar di tengah pandemi Covid-19 mengalami peningkatan.

Dibandingkan pada pilkada serentak 2018, partisipasi pemilih mencapai 66,92 persen. Sedangkan pada pilkada serentak 2020 naik menjadi 67,68 persen.

“Artinya, bahwa masyarakat sangat berharap kepada bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota untuk bergerak cepat. Proses yang harus kita lakukan dengan percepatan RPJMD, RKP, dan Perda APBD,” kata Khofifah.

Dia juga meminta agar kabupaten dan kota di Jawa Timur bisa berkolaborasi. Sehingga, program percepatan di tengah pandemi bisa terealisasi maksimal.

Bahkan, Khofifah mengajak agar kepala daerah dan wakil kepala daerah turut berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur. Pemprov Jatim sendiri tengah menyiapkan program percepatan yang dikemas dalam tagline Jatim Bangkit.

Di tingkat nasional, kata Khofifah, pemerintah sedang menyiapkan tagline Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Wisata Indonesia. Karena itu, potensi wisata yang ada di daerah diharapkan bisa dikelola dengan baik. Lalu ditopang dengan produk-produk UMKM. Sehingga, perekonomian masyarakat bergerak.

Karena itu, Khofifah juga meminta agar kepala daerah menyiapkan digitalisasi bagi pelaku UMKM. Menurutnya, era teknologi saat ini harus dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Terkait potensi UMKM, Khofifah bahkan secara khusus mengaitkannya dengan pengalaman Gus Ipul. Menurutnya, Gus Ipul adalah mentor UMKM yang top.

“Pelaku UMKM di Jawa Timur ini sebetulnya yang lebih detail adalah Gus Ipul, Pak Wali Kota Pasuruan. Karena perjuangannya sudah panjang. Jadi kalau kita mau cari mentor tidak susah-susah. Salah satu yang baru dilantik ini adalah top mentor untuk bupati dan wali kota,” ujarnya.

Usai dilantik, Gus Ipul dan Mas Adi menegaskan akan langsung tancap gas memimpin pemerintahan di Kota Pasuruan. Sebab, banyak pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan dalam waktu dekat.

“APBD kan sudah disahkan oleh wali kota sebelumnya. Setelah saya pelajari sepintas, banyak yang tidak sejalan dengan visi misi kami. Ini akan jadi tantangan buat kami dan akan kami selesaikan,” katanya.

Pihaknya bertekad untuk membangun Kota Pasuruan agar lebih maju ekonominya, indah kotanya, dan harmoni warganya. Untuk itu diperlukan lompatan kebijakan agar gagasan itu bisa terwujud.

“Saya dan Mas Adi akan secepat mungkin mengidentifikasi permasalahan yang ada. Tentu dengan melibatkan sekda dan stakeholder lain. Setelah teridentifikasi semua akan langsung eksekusi,” beber Gus Ipul.

Gus Ipul juga akan menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat dan agama di Kota Pasuruan. Sehingga, aspirasi masyarakat bisa terserap dengan baik dan pembangunan ke depannya bisa sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Setelah ini kami silaturahmi dengan tokoh-tokoh. Selanjutnya akan langsung melaksanakan konsolidasi di internal Pemkot agar pekerjaan yang mesti segera dilakukan bisa maksimal,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan mengatakan, masyarakat menaruh harapan besar pada Gus Ipul dan Mas Adi. Untuk itu, diharapkan pemerintah ke depan bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain dalam hal pembangunan.

“Seperti yang diutarakan Gubernur, bahwa Kota Pasuruan punya wali kota yang sarat pengalaman. Kita semua berharap pemerintah ke depan bisa mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah-daerah lain,” kata Ismail.

Politisi PKB itu juga memastikan, pihaknya di DPRD akan mendukung penuh program percepatan pembangunan yang akan dilakukan Gus Ipul-Mas Adi. Terutama yang sudah dituangkan dalam program-program prioritas.

“Kami di DPRD akan mendukung dan mendorong pelaksanaan program-program yang prioritas agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. Tentu fungsi pengawasan DPRD akan kami jalankan,” ungkap dia. (tom/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo – Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo resmi dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota Pasuruan, Jumat (26/2). Keduanya akan mengemban jabatan itu selama lima tahun ke depan.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Gradika Surabaya. Sementara pelantikan kepala daerah yang menang pada pilkada serentak 2020 itu, dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama pukul 09.00, sesi kedua pukul 13.30, dan sesi ketiga pukul 16.00.

Di Jawa Timur, ada 17 kepala daerah yang dilantik. Untuk Kota Pasuruan, pelantikan digelar pada sesi kedua, pukul 13.30. Selain Kota Pasuruan, Gubernur juga melantik 16 kepala daerah lainnya di hari yang sama.

Mobile_AP_Half Page

Meski begitu, yang hadir dalam agenda pelantikan dibatasi. Yakni hanya wali kota, wakil wali kota, beserta masing-masing istri, keluarga, ajudan, dan protokol.

Sementara undangan pelantikan kepala daerah mengikuti secara virtual daring di daerah masing-masing. Beberapa pejabat Forkopimda Kota Pasuruan, KPU, dan Bawaslu menghadiri pelantikan di Ruang Untung Suropati Balai Kota Pasuruan. Di sana, protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat.

BERPASANGAN: Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo bersama pasangannya. (Foto: Istimewa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan selamat bertugas bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru dilantik. Dia menyinggung partisipasi pemilih dalam pilkada yang digelar di tengah pandemi Covid-19 mengalami peningkatan.

Dibandingkan pada pilkada serentak 2018, partisipasi pemilih mencapai 66,92 persen. Sedangkan pada pilkada serentak 2020 naik menjadi 67,68 persen.

“Artinya, bahwa masyarakat sangat berharap kepada bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota untuk bergerak cepat. Proses yang harus kita lakukan dengan percepatan RPJMD, RKP, dan Perda APBD,” kata Khofifah.

Dia juga meminta agar kabupaten dan kota di Jawa Timur bisa berkolaborasi. Sehingga, program percepatan di tengah pandemi bisa terealisasi maksimal.

Bahkan, Khofifah mengajak agar kepala daerah dan wakil kepala daerah turut berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur. Pemprov Jatim sendiri tengah menyiapkan program percepatan yang dikemas dalam tagline Jatim Bangkit.

Di tingkat nasional, kata Khofifah, pemerintah sedang menyiapkan tagline Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Wisata Indonesia. Karena itu, potensi wisata yang ada di daerah diharapkan bisa dikelola dengan baik. Lalu ditopang dengan produk-produk UMKM. Sehingga, perekonomian masyarakat bergerak.

Karena itu, Khofifah juga meminta agar kepala daerah menyiapkan digitalisasi bagi pelaku UMKM. Menurutnya, era teknologi saat ini harus dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Terkait potensi UMKM, Khofifah bahkan secara khusus mengaitkannya dengan pengalaman Gus Ipul. Menurutnya, Gus Ipul adalah mentor UMKM yang top.

“Pelaku UMKM di Jawa Timur ini sebetulnya yang lebih detail adalah Gus Ipul, Pak Wali Kota Pasuruan. Karena perjuangannya sudah panjang. Jadi kalau kita mau cari mentor tidak susah-susah. Salah satu yang baru dilantik ini adalah top mentor untuk bupati dan wali kota,” ujarnya.

Usai dilantik, Gus Ipul dan Mas Adi menegaskan akan langsung tancap gas memimpin pemerintahan di Kota Pasuruan. Sebab, banyak pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan dalam waktu dekat.

“APBD kan sudah disahkan oleh wali kota sebelumnya. Setelah saya pelajari sepintas, banyak yang tidak sejalan dengan visi misi kami. Ini akan jadi tantangan buat kami dan akan kami selesaikan,” katanya.

Pihaknya bertekad untuk membangun Kota Pasuruan agar lebih maju ekonominya, indah kotanya, dan harmoni warganya. Untuk itu diperlukan lompatan kebijakan agar gagasan itu bisa terwujud.

“Saya dan Mas Adi akan secepat mungkin mengidentifikasi permasalahan yang ada. Tentu dengan melibatkan sekda dan stakeholder lain. Setelah teridentifikasi semua akan langsung eksekusi,” beber Gus Ipul.

Gus Ipul juga akan menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat dan agama di Kota Pasuruan. Sehingga, aspirasi masyarakat bisa terserap dengan baik dan pembangunan ke depannya bisa sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Setelah ini kami silaturahmi dengan tokoh-tokoh. Selanjutnya akan langsung melaksanakan konsolidasi di internal Pemkot agar pekerjaan yang mesti segera dilakukan bisa maksimal,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan mengatakan, masyarakat menaruh harapan besar pada Gus Ipul dan Mas Adi. Untuk itu, diharapkan pemerintah ke depan bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain dalam hal pembangunan.

“Seperti yang diutarakan Gubernur, bahwa Kota Pasuruan punya wali kota yang sarat pengalaman. Kita semua berharap pemerintah ke depan bisa mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah-daerah lain,” kata Ismail.

Politisi PKB itu juga memastikan, pihaknya di DPRD akan mendukung penuh program percepatan pembangunan yang akan dilakukan Gus Ipul-Mas Adi. Terutama yang sudah dituangkan dalam program-program prioritas.

“Kami di DPRD akan mendukung dan mendorong pelaksanaan program-program yang prioritas agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. Tentu fungsi pengawasan DPRD akan kami jalankan,” ungkap dia. (tom/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2