alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Lapak Pedagang Pasar Kebonagung Dipasang Pembatas Plastik

PURWOREJO, Radar Bromo – Lapak pedagang di Pasar Kebonagung kini dipasangi pembatas berupa sekat plastik. Hal itu dilakukan untuk memenuhi standar protokol kesehatan. Sebab, pasar merupakan salah satu tempat yang rentan dalam penularan Covid-19.

Plt Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Ridho Wijaya mengatakan, pemasangan pembatas sekat plastik sudah dilakukan pekan ini. Pihaknya sebelumnya berupaya meminimalisasi kerumunan di pasar. Salah satunya dengan menerapkan layanan belanja pesan antar bagi pembeli.

Tetapi pihaknya juga menyadari bahwa kegiatan jual beli di pasar tidak bisa dihentikan. Di sisi lain, tingginya mobilitas masyarakat di pasar perlu mendapat perhatian. “Makanya kami upayakan melalui pemasangan pembatas sekat plastik ini,” ujar Ridho.

Menurut dia, pemasangan pembatas transparan itu bertujuan untuk mengurangi kontak langsung antara pedagang dan pembeli. Ridho menyebut, ada 13 lapak pedagang yang sudah dipasang pembatas.

Pasar Kebonagung sendiri memang diharapkan menjadi pilot project penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional di Kota Pasuruan. “Jadi, 13 lapak itu yang sebelumnya berjualan di lantai, dipasangi pembatas sekaligus meja dan kursi untuk memudahkan pedagang melayani pembeli,” ujar Ridho.

Ridho juga menekankan, meski sudah ada pembatas, para pedagang tetap diminta untuk mengenakan masker saat melayani pembeli. “Imbauan itu terus kami lakukan karena pasar ini memang tempat yang rentan,” terangnya. (tom/mie)

PURWOREJO, Radar Bromo – Lapak pedagang di Pasar Kebonagung kini dipasangi pembatas berupa sekat plastik. Hal itu dilakukan untuk memenuhi standar protokol kesehatan. Sebab, pasar merupakan salah satu tempat yang rentan dalam penularan Covid-19.

Plt Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Ridho Wijaya mengatakan, pemasangan pembatas sekat plastik sudah dilakukan pekan ini. Pihaknya sebelumnya berupaya meminimalisasi kerumunan di pasar. Salah satunya dengan menerapkan layanan belanja pesan antar bagi pembeli.

Tetapi pihaknya juga menyadari bahwa kegiatan jual beli di pasar tidak bisa dihentikan. Di sisi lain, tingginya mobilitas masyarakat di pasar perlu mendapat perhatian. “Makanya kami upayakan melalui pemasangan pembatas sekat plastik ini,” ujar Ridho.

Menurut dia, pemasangan pembatas transparan itu bertujuan untuk mengurangi kontak langsung antara pedagang dan pembeli. Ridho menyebut, ada 13 lapak pedagang yang sudah dipasang pembatas.

Pasar Kebonagung sendiri memang diharapkan menjadi pilot project penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional di Kota Pasuruan. “Jadi, 13 lapak itu yang sebelumnya berjualan di lantai, dipasangi pembatas sekaligus meja dan kursi untuk memudahkan pedagang melayani pembeli,” ujar Ridho.

Ridho juga menekankan, meski sudah ada pembatas, para pedagang tetap diminta untuk mengenakan masker saat melayani pembeli. “Imbauan itu terus kami lakukan karena pasar ini memang tempat yang rentan,” terangnya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/