alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kursi Kades Kepuh Kejayan Sementara Kosong

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KEJAYAN, Radar Bromo – Pengajuan pengunduran diri Kades Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, belum bisa diproses. Sebab, berkas pengunduran diri yang bakal diajukan belum lengkap.

Hal itu diungkapkan oleh Camat Kejayan Agus Mashadi. Menurutnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat telah melakukan musyawarah. Tujuannya, untuk melakukan pemberkasan pengunduran diri kades. “Sudah dimusyawarahkan di tingkat BPD. Berkasnya sudah jadi,” katanya.

Agus menambahkan, BPD juga telah menunjukan berkas tersebut kepada pihaknya. Namun setelah diteliti, masih ada yang harus dilengkapi. “Nanti harus dilengkapi dulu. Kemudian Senin depan akan diajukan. Itu setelah lengkap,” jelas Agus.

Ia juga menambahkan, saat ini jabatan kades di desa setempat masih kosong. Penyebabnya, belum diajukan untuk penunjukan Pj. Pengajukan penunjukan Pj sendiri, dilakukan setelah adanya SK pengunduran diri kades. “Sementara masih kosong (kursi kades). Tidak ada Pj. Untuk itu (penunjukan Pj) kan menunggu pengajuan dulu,” ungkapnya.

Meskipun begitu, pihaknya memastikan pelayanan publik di desa berjalan seperti biasa. Pelayanan dilakukan oleh sekretaris desa dan perangkat lain. “Semenjak kondisi kades sakit sudah dilakukan pelayanan oleh sekdes dan perangkat desa,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, bergolak. Sejumlah warga menuntut agar MZ selaku kepala desa setempat mundur dari jabatannya.

Desakan itu mencuat setelah dugaan skandal perselingkuhan menyeruak. Sang kades dituding kedapatan masuk ke rumah perempuan bersuami, yang juga warganya, tengah malam. (sid/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

KEJAYAN, Radar Bromo – Pengajuan pengunduran diri Kades Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, belum bisa diproses. Sebab, berkas pengunduran diri yang bakal diajukan belum lengkap.

Hal itu diungkapkan oleh Camat Kejayan Agus Mashadi. Menurutnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat telah melakukan musyawarah. Tujuannya, untuk melakukan pemberkasan pengunduran diri kades. “Sudah dimusyawarahkan di tingkat BPD. Berkasnya sudah jadi,” katanya.

Agus menambahkan, BPD juga telah menunjukan berkas tersebut kepada pihaknya. Namun setelah diteliti, masih ada yang harus dilengkapi. “Nanti harus dilengkapi dulu. Kemudian Senin depan akan diajukan. Itu setelah lengkap,” jelas Agus.

Mobile_AP_Half Page

Ia juga menambahkan, saat ini jabatan kades di desa setempat masih kosong. Penyebabnya, belum diajukan untuk penunjukan Pj. Pengajukan penunjukan Pj sendiri, dilakukan setelah adanya SK pengunduran diri kades. “Sementara masih kosong (kursi kades). Tidak ada Pj. Untuk itu (penunjukan Pj) kan menunggu pengajuan dulu,” ungkapnya.

Meskipun begitu, pihaknya memastikan pelayanan publik di desa berjalan seperti biasa. Pelayanan dilakukan oleh sekretaris desa dan perangkat lain. “Semenjak kondisi kades sakit sudah dilakukan pelayanan oleh sekdes dan perangkat desa,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, bergolak. Sejumlah warga menuntut agar MZ selaku kepala desa setempat mundur dari jabatannya.

Desakan itu mencuat setelah dugaan skandal perselingkuhan menyeruak. Sang kades dituding kedapatan masuk ke rumah perempuan bersuami, yang juga warganya, tengah malam. (sid/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2