Pembangunan Kampung Wisata Religi Dilanjut Tahun Ini

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan kian serius merealisasikan kampung tematik. Keberadaan kampung wisata religi di jantung kota itu diharapkan terus meningkatkan minat pengunjung.

Sejak tahun lalu, pembangunan kampung wisata religi digarap. Wujudnya ialah beberapa perkampungan yang dibuat menjadi lebih menarik. Yakni, memadukan desain gapura dengan konsep religi dan kota pusaka.

Lokasinya ada di Kelurahan Kandangsapi dan Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo. Kampung wisata religi itu serupa rute bagi pengunjung pejalan kaki. Bermuara dari Terminal Wisata yang hendak menuju Makam Mbah Hamid.

Dalam merealisasikan kampung wisata religi itu, Pemkot mengeluarkan biaya senilai Rp 1.297.975.000 dari APBD 2019. Namun, itu semua belum tuntas. Pembangunan kampung wisata religi akan dilanjutkan. Tahun ini pemkot berencana menuntaskan pembangunan kampung wisata religi itu.

“Lokasinya juga sama, di dua kelurahan itu. Ada beberapa infrastruktur untuk melengkapi sekaligus menunjang keberadaan kampung wisata religi,” kata Kabid Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Uung Maf’udi.

Ia menyebut sejumlah infrastruktur yang dibangun. Di antaranya meliputi gapura selamat datang di Kelurahan Kebonsari. Kemudian juga pelebaran jembatan, portal, dan papan penunjuk arah.

Karena tahun ini hanya melanjutkan pembangunan yang sudah ada, tentu anggaran yang disediakan juga lebih sedikit dibanding tahun lalu. Pemkot sudah mengalokasikan dana dengan total Rp 778.700.000 dari APBD 2020.

“Saat ini kami tengah mematangkan perencanaannya. Diperkirakan bulan depan nanti sudah selesai,” tandas Uung. (tom/fun)