
PASURUAN, Radar Bromo - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi warga tidak mampu, dipastikan terus berjalan.
Saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan tengah gencar melakukan verifikasi lapangan terhadap para calon penerima beasiswa pendidikan tinggi, dengan target penetapan pada bulan depan.
Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Yudi Andi, menegaskan program beasiswa ini tetap direalisasikan pada tahun anggaran ini.
Pemkot Pasuruan menyediakan alokasi kuota untuk 37 mahasiswa berprestasi, dari keluarga prasejahtera.
"Masing-masing penerima akan mendapatkan besaran beasiswa yang sama, yakni sebesar Rp10 juta per anak," ujar Yudi Andi.
Hingga saat ini, proses verifikasi faktual di lapangan oleh petugas Dinsos masih terus bergulir.
Meski demikian, kesempatan bagi mahasiswa lain untuk mengajukan diri sebagai penerima manfaat program ini masih terbuka lebar, sepanjang mampu memenuhi seluruh kriteria operasional yang ditentukan.
Kriteria utama yang wajib dipenuhi oleh calon penerima antara lain, berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi tidak mampu (miskin), terdaftar aktif sedang mengenyam pendidikan tinggi (kuliah).
Serta orang tua tercatat resmi sebagai warga miskin di database kependudukan Kota Pasuruan.
"Proses verifikasi di lapangan masih berjalan. Insya Allah bulan depan (November) sudah bisa ditetapkan siapa saja penerimanya," jelas Yudi.



