
PASURUAN, Radar Bromo - Geometri rel kereta api di dua titik Jalur Pelintasan Langsung (JPL) wilayah Kabupaten Pasuruan, ambles. Kondisi tersebut membuat goyangan kereta api terasa keras saat pengujian dengan kecepatan tertentu.
Dua titik itu adalah JPL 150 di Rowo Gempol, Kecamatan Lekok serta JPL 104 di Jalan Raya Pantura, Desa Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, pun berencana memperbaikinya.
Komandan Pleton Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Sektor Barat PT KAI Daop 9 Jember Prasetiyo Eko mengatakan, pihaknya telah mengimbau pengendara terkait pekerjaan ini. Khususnya untuk perbaikan di JPL 104 yang dijadwalkan mulai 30 Oktober hingga 2 November 2026.
Prasetiyo menjelaskan, perbaikan geometri dilakukan untuk menstabilkan posisi rel yang agak ambles. Rel akan dinaikkan dan disesuaikan kembali, agar berada pada posisi yang seimbang. “Ini perbaikan geometri. Menstabilkan relnya karena relnya agak ambles. Jadi, dinaikkan sesuai keseimbangan rel,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut diketahui setelah dilakukan pengujian perjalanan kereta api. Saat uji coba dengan kecepatan 110 kilometer per jam, goyangan kereta terasa keras. Kondisi itu menjadi perhatian, karena dikhawatirkan dapat memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api.
“Pada saat uji coba KA dengan kecepatan 110, goyangannya keras, takut anjlok. Ini masih kecepatan 70,” ungkapnya.
Meski demikian, Prasetiyo menyebut, pihaknya belum mengetahui secara pasti seberapa dalam atau seberapa besar amblesan rel tersebut. Kepastian kondisi rel baru bisa diketahui setelah dilakukan pembongkaran saat pekerjaan berlangsung.
Setelah pembongkaran, pemeriksaan kestabilan rel akan dilakukan oleh petugas resort jalan dan jembatan (JJ). Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi rel kembali stabil setelah dilakukan perbaikan. “Resort JJ yang akan mengecek kestabilannya,” tambahnya.
Bedasarkanan informasi jadwal pekerjaan, perbaikan geometri di JPL 150 dijadwalkan pada 26-29 Oktober 2026. Sementara itu, perbaikan di JPL 104 berlangsung pada 30 Oktober hingga 2 November 2026. “Setiap JPL itu empat hari, pembongkaran dan pemadatan tiga hari,” jelas Prasetiyo. (zen/rud)



