
PASURUAN, Radar Bromo - Kondisi fasilitas pedestrian atau jalur pejalan kaki di sejumlah ruas jalan protokol Kota Pasuruan, mulai mengkhawatirkan.
Beberapa titik trotoar dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, sehingga mendesak untuk segera mendapatkan pembenahan dari pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan fasilitas publik ini terlihat jelas di antaranya di kawasan Jalan Sunan Ampel dan Jalan Sultan Agung.
Jalur pedestrian di kedua lokasi tersebut tidak hanya ambles di beberapa bagian, tetapi juga berlubang, yang berpotensi membahayakan keselamatan para pejalan kaki yang melintas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko, melalui Kabid Bina Marga, Roni Abbas, membenarkan adanya kerusakan di sejumlah fasilitas pedestrian tersebut.
Pihaknya menyatakan berkomitmen untuk mengembalikan fungsi trotoar agar kembali ramah dan aman bagi pejalan kaki.
Namun, ia memastikan tidak ada proyek rehabilitasi trotoar yang berjalan sepanjang tahun ini.
"Tahun ini memang tidak ada agenda rehab trotoar, karena keterbatasan alokasi anggaran di Dinas PUPR. Proyek rehabilitasi jalur pedestrian terakhir kali kami laksanakan pada tahun lalu," ungkap Roni.
Meski demikian, Dinas PUPR Kota Pasuruan menegaskan tidak tinggal diam. Pihaknya telah memetakan kondisi kerusakan di Jalan Sunan Ampel serta Jalan Sultan Agung.
Dan berencana mengusulkan proyek pembenahan total ke dalam Tahun Anggaran 2027 mendatang.



