
PRIGEN, Radar Bromo - Tren kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata cagar budaya di wilayah Kabupaten Pasuruan, mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dalam dua bulan terakhir, angka kunjungan merosot tajam hingga mencapai puluhan persen baik pada hari biasa (weekday) maupun akhir pekan (weekend).
Kabupaten Pasuruan sendiri sebenarnya memiliki kekayaan warisan sejarah yang tersebar di beberapa titik.
Di antaranya adalah Candi Jawi, Candi Keboireng, Candi Gununggangsir, Situs Belahan atau Sumber Tetek, Situs Indrokilo, hingga Situs Raos Pecinan.
Meski seluruh situs bersejarah tersebut dapat diakses oleh masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya tiket masuk, animo masyarakat untuk berkunjung justru melempem.
Koordinator Juru Pelihara (Jupel) Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur Wilayah Pasuruan, Astono, membenarkan adanya fenomena penurunan tersebut.
"Untuk pengunjung wisata cagar budaya, saat ini memang sedang mengalami penurunan. Baik saat weekday maupun weekend. Persentase penurunannya bahkan tembus hingga 40 persen," ungkap Astono.
Menurut Astono, penurunan jumlah pelancong di lokasi cagar budaya ini, merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi.
Fenomena serupa bahkan tidak hanya melanda wilayah Pasuruan saja, melainkan juga terjadi di berbagai daerah lain di luar Pasuruan, akibat siklus musiman kunjungan wisata.
Meskipun grafiknya menurun drastis, kompleks cagar budaya ini, tidak sepenuhnya sepi.



