Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dugaan Pembacokan di Kapasan Nguling Pasuruan Berakhir Damai

F
Penulis: Fuad Alyzen❯
Ilustrasi
Ilustrasi

Advertisement

NGULING, Radar Bromo - Kasus dugaan penganiayaan menggunakan celurit di Desa Kapasan, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, yang sebelumnya dilaporkan terjadi pada Kamis (30/7), akhirnya berakhir damai.

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara tersebut, melalui pendekatan restorative justice (RJ).

Kesepakatan damai itu dilakukan pada Senin (10/8). Korban PA, 52, dan terduga pelaku, MU, 45, yang sebelumnya diamankan polisi, sepakat saling memaafkan dan tidak melanjutkan persoalan secara berkepanjangan.

Advertisement

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, keputusan penyelesaian melalui RJ dilakukan, setelah penyidik melakukan rangkaian penyelidikan terhadap perkara tersebut.

Dalam prosesnya, ditemukan perkembangan fakta yang berbeda dari informasi awal, mengenai dugaan pembacokan.

"Dalam perkembangannya, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata persoalannya berkaitan dengan pengembalian uang. Korban yang sebelumnya disebut mengalami luka akibat bacokan, dari hasil pendalaman bukan karena dibacok menggunakan celurit, melainkan akibat benda lainnya," ujarnya.

Advertisement

Menurut Junaidi, persoalan tersebut bermula dari masalah utang. Sebelumnya, tersangka MU disebut datang untuk menagih uang kepada korban.

Perselisihan kemudian terjadi hingga berujung pada tindakan kekerasan.

Dalam laporan awal, korban disebut mengalami luka robek sekitar enam sentimeter pada bagian lengan kiri bagian luar.

Polisi juga sempat mengamankan satu bilah celurit sepanjang sekitar 35 sentimeter sebagai barang bukti.

Advertisement

Artikel Terkait

Identifikasi Lahan di Bulusari Gempol Pasuruan Berujung Pengeroyokan

Identifikasi Lahan di Bulusari Gempol Pasuruan Berujung Pengeroyokan

Yasir mengaku mengalami dugaan tindakan kekerasan, setelah perselisihan dengan tiga orang yang disebut berinisial Ek, Mf, dan Ai.

Hendak Masukkan Material, Dua Warga Probolinggo Jadi Korban Pengeroyokan di PIER

Hendak Masukkan Material, Dua Warga Probolinggo Jadi Korban Pengeroyokan di PIER

Asyroful mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang memukulnya. Ia menyebut dirinya dan Rahmat sudah dikelilingi banyak orang...

Santriwati asal Pasrepan Pasuruan Dicekik dan Dibenturkan ke Tembok

Santriwati asal Pasrepan Pasuruan Dicekik dan Dibenturkan ke Tembok

Hasil pemeriksaan menunjukkan, korban mengalami penganiayaan fisik. Korban dicekik, dibenturkan ke tembok, hingga perutnya ditendang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer