Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Pasuruan Bebaskan Tarif PBB P2 Sektor Pertanian

F
Penulis: Fahrizal Firmani❯
GARAP: Seorang petani Kota Pasuruan sedang membajak sawah di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
GARAP: Seorang petani Kota Pasuruan sedang membajak sawah di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Advertisement

PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota Pasuruan membawa angin segar bagi para pahlawan pangan di wilayahnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor agraris, Pemkot resmi menggulirkan kebijakan insentif pajak berupa pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) khusus untuk lahan pertanian.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan, kebijakan ini mulai diberlakukan tahun ini.

Advertisement

Langkah ini diambil sebagai kompensasi sekaligus apresiasi bagi pemilik lahan yang tetap konsisten memfungsikan tanahnya sebagai area produktif pertanian.

"Skemanya bukan penghapusan objek pajak, melainkan pembebasan biaya. Para petani atau pemilik lahan tetap akan menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT), namun nilai nominal yang harus dibayarkan dibebaskan oleh pemerintah," jelas pria yang akrab disapa Mas Adi tersebut.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Mas Adi memaparkan, insentif pajak ini merupakan strategi krusial untuk menekan laju alih fungsi lahan yang kian masif di daerah perkotaan.

Advertisement

Dengan meringankan beban biaya tahunan, diharapkan pemilik lahan tidak tergiur untuk mengubah sawah mereka menjadi kawasan permukiman atau industri.

Hal ini juga sejalan dengan upaya perlindungan terhadap Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang ada di Kota Pasuruan.

"Kami ingin memastikan lahan pertanian kita terjaga. Jika lahannya aman, produktivitas terjaga, maka ketahanan pangan daerah akan menjadi lebih kokoh," imbuhnya.

Langkah progresif eksekutif ini mendapat apresiasi dari pihak legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Sutirta, menyatakan dukungannya terhadap insentif ini.

Advertisement

Artikel Terkait

Petani Perempuan asal Tosari-Pasuruan Terperosok Jurang 100 Meter

Petani Perempuan asal Tosari-Pasuruan Terperosok Jurang 100 Meter

Seorang petani, warga Dusun Kertoanom, Desa/Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Nur Mujiati, 44, bernasib tragis. Petani perempuan ini men

Solar Telat Datang, Antrean Drum dari Petani-Nelayan Mengular di SPBU Tongas Probolinggo

Solar Telat Datang, Antrean Drum dari Petani-Nelayan Mengular di SPBU Tongas Probolinggo

Puluhan petani dan nelayan mengantre solar di SPBU 54.672.08, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jumat (9/10) pagi.

PT Byter Apresiasi Petani Probolinggo Melalui Gebyar Merdeka

PT Byter Apresiasi Petani Probolinggo Melalui Gebyar Merdeka

Perusahaan internasional yang berfokus pada penelitian, pengembangan, produksi, dan penjualan pestisida serta pupuk ini menggelar Gebyar Mer

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer