Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Pasuruan Rancang Metode RDF di TPA Kenep, Apa Itu?

I
Penulis: Iwan Andrik❯
NGANGGUR: Keberadaan TPA Kenep, Kecamatan Beji yang tak lagi berfungsi. Gunungan sampah menjadi persoalan tersendiri yang kini butuh solusi. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
NGANGGUR: Keberadaan TPA Kenep, Kecamatan Beji yang tak lagi berfungsi. Gunungan sampah menjadi persoalan tersendiri yang kini butuh solusi. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Advertisement

BEJI, Radar Bromo - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenep di Kecamatan Beji yang sempat “disuntik mati” beberapa tahun lalu kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Gunungan sampah yang terbengkalai tanpa penanganan pasca penutupan operasional, rencananya akan dikelola menggunakan teknologi mutakhir guna mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan tengah merancang skema transformasi pengelolaan sampah melalui metode Refuse Derived Fuel (RDF).

Advertisement

Teknologi ini diproyeksikan mampu mengolah limbah padat di TPA Kenep menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna tinggi.

Mokhammad Mukhsin, Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kabupaten Pasuruan, menjelaskan langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan sampah yang menggunung di kawasan tersebut. Namun, ia menegaskan penerapan RDF di Kenep tidak akan dilakukan secara terburu-buru.

“Kami sedang menyiapkan rencana penerapan metode RDF di TPA Wonokerto, Kecamatan Sukorejo terlebih dahulu sebagai proyek percontohan. Jika uji coba di Wonokerto terbukti berhasil dan efektif, maka teknologi serupa akan langsung kami adopsi untuk menangani masalah sampah di TPA Kenep,” ujar Mukhsin.

Advertisement

Langkah penuh kehati-hatian ini diambil mengingat penerapan teknologi RDF memerlukan kajian mendalam.

Mulai dari tingkat efektivitas volume pemusnahan sampah hingga kalkulasi biaya operasional yang tidak sedikit.

DLH ingin memastikan, investasi teknologi ini nantinya benar-benar menjadi solusi permanen, bukan sekadar proyek jangka pendek.

Selama ini, TPA Kenep memang tampak memprihatinkan. Sejak tidak lagi menerima kiriman sampah baru, sisa-sisa limbah masa lalu hanya dibiarkan menumpuk tanpa sentuhan teknologi pengolahan.

Advertisement

Artikel Terkait

33 Kontainer Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Rusak, Begini Langkah DLH

33 Kontainer Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Rusak, Begini Langkah DLH

Kerusakan 70 kontainer sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Pengadaan Onlimo di Kabupaten Pasuruan Terkendala Biaya

Pengadaan Onlimo di Kabupaten Pasuruan Terkendala Biaya

Pengadaan mandiri lewat APBD bukan tidak mungkin. Tapi angkanya besar. Satu unit onlimo diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1,27 M-Rp1,3 M.

Terungkap, Ada 14 Tambang Sirtu Diduga Ilegal di Kabupaten Pasuruan

Terungkap, Ada 14 Tambang Sirtu Diduga Ilegal di Kabupaten Pasuruan

Upaya menertibkan tambang pasir dan batu (sirtu) di Kabupaten Pasuruan terbentur persoalan tata ruang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer