Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hanya Dua Wisman Kunjungi Payung Madinah Pasuruan

F
Penulis: Fahrizal Firmani❯
MAGNET WISATA: Sejumlah warga berada di Kawasan Payung Madinah Kota Pasuruan. (MOKHAMAD ZUBAIDILLAH/JAWA POS RADAR BROMO)
MAGNET WISATA: Sejumlah warga berada di Kawasan Payung Madinah Kota Pasuruan. (MOKHAMAD ZUBAIDILLAH/JAWA POS RADAR BROMO)

Advertisement

PASURUAN, Radar Bromo - Kawasan Payung Madinah Kota Pasuruan terus menjadi magnet wisata. Sepanjang 2025, sejumlah 463.715 wisatawan mengunjungi kawasan wisata yang berada di sisi barat Alun-Alun Kota Pasuruan itu. Didominasi wisatawan domestik.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Budi Santoso mengatakan, Payung Madinah tetap menjadi primadona wisata. Saban tahun, ribuan wisatawan mengunjunginya. Meski hanya wisatawan domistik.

Tahun kemarin, dari sejumlah 463.715 wisatawan, hanya dua orang yang merupakan wisatawan mancanegara. 

Advertisement

“Kalau dirata-rata, lebih dari 38 ribu wisatawan yang datang ke Payung Madinah per bulan. Wisatawan mancanegara hanya dua orang," katanya.

Budi menyebut, tingginya kunjungan ini berlanjut pada awal tahun ini. Selama Januari-Februari, telah ada 57.919 wisatawan. Seluruhnya wisatawan domestik. Jika dirata-rata ada 28 ribu pengunjung tiap bulan. 

“Dua bulan awal tahun ini tidak ada pengunjung mancanegara. Mayoritas wisawatan domestik," jelasnya.

Advertisement

Keberadaan Payung Madinah, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Banyak pengunjung yang tertarik mengabadikan diri dengan berswafoto atau foto bersama keluarga di Kawasan Payung Madinah. Masyarakat tidak dipungut biaya untuk menikmati wisata di depan Masjid Agung Al Anwar Kota Pasuruan ini. Ada juga yang datang sembari melakukan wisata religi.

“Dibandingkan wisata lain di Kota Pasuruan, Kawasan Payung Madinah adalah spot paling banyak dikunjungi," sebut Budi.

Beberapa waktu lalu, Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Imam Joko meminta agar tingginya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan, juga bisa berdampak terhadap perekonomian. Seperti, retribusi parkir dan okupansi hotel meningkat. 

“Tingginya kunjungan wisatawan ini baik, artinya tujuan pembangunan berhasil. Tapi dampak lainnya juga perlu diperhatikan," ujarnya. (riz/rud)

Advertisement

Artikel Terkait

Berenang di Sungai Welang Karangketug Pasuruan, Bocah Kembar Berpisah Selamanya

Berenang di Sungai Welang Karangketug Pasuruan, Bocah Kembar Berpisah Selamanya

Aktivitas FPS, 7, bocah asal Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, berenang bersama saudara kembar dan temannya berujung traged

Mio Tabrak Kijang di Beji Pasuruan, Satu Terluka

Mio Tabrak Kijang di Beji Pasuruan, Satu Terluka

eorang pengendara sepeda motor harus dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak bagian belakang sebuah mobil di ruas jalan Surabaya–Banyuwang

Jadi Korban Tabrak Lari di Karangjati Pandaan, Warga Sengonagung Alami Luka Serius

Jadi Korban Tabrak Lari di Karangjati Pandaan, Warga Sengonagung Alami Luka Serius

. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di jalan nasional ruas Surabaya–Malang, tepatnya di depan PT Easterntex, Dusun Jetak, Desa Karangjati

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer