alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Puluhan Rumah Berhenti Langganan PDAM, Kesal Distribusi Tak Lancar

PASURUAN, Radar Bromo – Pelayanan PDAM Kota Pasuruan kembali menjadi sorotan. Tidak sedikit pelanggan yang dibuat kesal. Sebab distribusi air masih sering mampet. Bahkan puluhan pelanggan memilih untuk berhenti langganan.

Mereka ialah warga Perum Tiara Candi III, Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo. Sedikitnya ada 33 warga perumahan tersebut yang sudah memutus jaringan. Mereka mengeluh aliran air ke rumahnya tidak lancar. Kalau pun mengalir, debitnya terlalu kecil. Bahkan seringkali tak mengalir sama sekali. Mampet. Namun mereka tetap harus membayar.

Kondisi itu membuat beberapa warga tak betah. Mereka akhirnya memutuskan untuk berhenti menjadi pelanggan.

“Sudah banyak yang putus langganan. Di sini (Perum Tiara Candi, Red) sudah ada 33 warga,” kata Teguh Wicaksono, warga di perumahan tersebut.

Puluhan warga yang berhenti langganan, termasuk Teguh, mengaku kesal karena distribusi air tidak lancar. “Air keluarnya sedikit kadang nggak keluar, tapi bayar terus,” kata pria yang juga Ketua RT 05 RW 02 di perumahan itu.

Sementara warga lainnya, Taufik juga memutus jaringan air ke rumahnya. Menurutnya, tidak ada alasan lagi untuk tetap berlangganan distribusi air PDAM. Sebab pelayanannya dianggap buruk. Kondisi tersebut juga membuat Taufik merasa dirugikan. Selain tak bisa mengakses air yang bersumber dari mata air Umbulan, dia juga sudah membayar biaya pemasangan jaringan saat membeli rumah.

PASURUAN, Radar Bromo – Pelayanan PDAM Kota Pasuruan kembali menjadi sorotan. Tidak sedikit pelanggan yang dibuat kesal. Sebab distribusi air masih sering mampet. Bahkan puluhan pelanggan memilih untuk berhenti langganan.

Mereka ialah warga Perum Tiara Candi III, Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo. Sedikitnya ada 33 warga perumahan tersebut yang sudah memutus jaringan. Mereka mengeluh aliran air ke rumahnya tidak lancar. Kalau pun mengalir, debitnya terlalu kecil. Bahkan seringkali tak mengalir sama sekali. Mampet. Namun mereka tetap harus membayar.

Kondisi itu membuat beberapa warga tak betah. Mereka akhirnya memutuskan untuk berhenti menjadi pelanggan.

“Sudah banyak yang putus langganan. Di sini (Perum Tiara Candi, Red) sudah ada 33 warga,” kata Teguh Wicaksono, warga di perumahan tersebut.

Puluhan warga yang berhenti langganan, termasuk Teguh, mengaku kesal karena distribusi air tidak lancar. “Air keluarnya sedikit kadang nggak keluar, tapi bayar terus,” kata pria yang juga Ketua RT 05 RW 02 di perumahan itu.

Sementara warga lainnya, Taufik juga memutus jaringan air ke rumahnya. Menurutnya, tidak ada alasan lagi untuk tetap berlangganan distribusi air PDAM. Sebab pelayanannya dianggap buruk. Kondisi tersebut juga membuat Taufik merasa dirugikan. Selain tak bisa mengakses air yang bersumber dari mata air Umbulan, dia juga sudah membayar biaya pemasangan jaringan saat membeli rumah.

MOST READ

BERITA TERBARU