alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Puskesmas Gondangwetan Kedepankan Protokoler di Posyandu saat Pandemi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GONDANGWETAN, Radar Bromo – Perkembangan dan pendidikan anak di usia dini adalah investasi yang berharga bagi masa depan sebuah Bangsa. Tumbuh kembang anak yang baik akan menjadi faktor penting untuk anak dalam menerima pembelajaran dan pengetahuan, yang akan meningkatkan kualitas hidupnya kelak.

Salah satu upaya pemerintah dalam mengawal dan mengawasi tumbuh kembang anak adalah dengan dibentuknya Posyandu Balita. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan balita.

“Periode pertumbuhan anak pada 3 tahun pertamanya adalah periode emas untuk pertumbuhan intelektual, mental, fisik, dan juga pertumbuhan dan perkembangan emosional anak. Faktor pendukung pertumbuhan buah hati yang baik adalah asupan gizi yang cukup, menjaga kebersihan, dan juga tak lupa mendapatkan imunisasi,” beber Kepala UPT Kesehatan Puskesmas Gondangwetan, dr. Pertiwi Ekarwati

Salah satu upaya untuk mempercepat penurunan stunting, Puskesmas Gondangwetan kini memantau pertumbuhan balita. Diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS); Pemberian Kapsul Vitamin A; Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), an lain sebagainya. Nah, dalam masa pandemi seperti ini, begitu banyak dampak yang dirasakan masyarakat.

Tidak terkecuali sektor kesehatan. Walau pandemi seperti sekarang, sektor kesehatan menjadi leading sektor dan tumpuan bagi banyak pihak dalam menanggulangi masalah Covid-19. Berbagai kegiatan dengan konteks mengumpulkan masa harus ditunda dan menyebabkan perubahan dalam protokol kegiatan yang berlaku di masyarakat.

Dengan perkembangan situasi, Puskesmas Gondangwetan sebagai pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, tetap berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Puskesmas Gondangwetan mempunyai 95 posyandu yang tersebar di 20 desa.

“Dari kegiatan Bulan Timbang yang sudah berjalan, masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan. Animo masyarakat begitu tinggi karena posyandu sudah lama tidak dilaksanakan, dan hanya dilakukan kunjungan oleh bidan desa saat imunisasi. Sebagian besar petugas kesehatan dan juga kader kesehatan yang dilibatkan, menghadapi tantangan dalam penerapan protokol kesehatan dan juga dari efisiensi kegiatan,” imbuh Nurul Komariyah, bidan koordinator Puskesmas Gondangwetan.

Diharapkan dengan adanya sinergi yang baik antara Dinas kesehatan kabupaten pasuruan dan Puskesmas Gondangwetan melalui kunjungan rumah dan janji temu, masyarakat dapat menerima manfaat sebaik dan semaksimal mungkin. Walaupun dengan segala keterbatasan yang di hadapi di masa pandemi ini. (eka/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

GONDANGWETAN, Radar Bromo – Perkembangan dan pendidikan anak di usia dini adalah investasi yang berharga bagi masa depan sebuah Bangsa. Tumbuh kembang anak yang baik akan menjadi faktor penting untuk anak dalam menerima pembelajaran dan pengetahuan, yang akan meningkatkan kualitas hidupnya kelak.

Salah satu upaya pemerintah dalam mengawal dan mengawasi tumbuh kembang anak adalah dengan dibentuknya Posyandu Balita. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan balita.

“Periode pertumbuhan anak pada 3 tahun pertamanya adalah periode emas untuk pertumbuhan intelektual, mental, fisik, dan juga pertumbuhan dan perkembangan emosional anak. Faktor pendukung pertumbuhan buah hati yang baik adalah asupan gizi yang cukup, menjaga kebersihan, dan juga tak lupa mendapatkan imunisasi,” beber Kepala UPT Kesehatan Puskesmas Gondangwetan, dr. Pertiwi Ekarwati

Mobile_AP_Half Page

Salah satu upaya untuk mempercepat penurunan stunting, Puskesmas Gondangwetan kini memantau pertumbuhan balita. Diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS); Pemberian Kapsul Vitamin A; Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), an lain sebagainya. Nah, dalam masa pandemi seperti ini, begitu banyak dampak yang dirasakan masyarakat.

Tidak terkecuali sektor kesehatan. Walau pandemi seperti sekarang, sektor kesehatan menjadi leading sektor dan tumpuan bagi banyak pihak dalam menanggulangi masalah Covid-19. Berbagai kegiatan dengan konteks mengumpulkan masa harus ditunda dan menyebabkan perubahan dalam protokol kegiatan yang berlaku di masyarakat.

Dengan perkembangan situasi, Puskesmas Gondangwetan sebagai pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, tetap berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Puskesmas Gondangwetan mempunyai 95 posyandu yang tersebar di 20 desa.

“Dari kegiatan Bulan Timbang yang sudah berjalan, masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan. Animo masyarakat begitu tinggi karena posyandu sudah lama tidak dilaksanakan, dan hanya dilakukan kunjungan oleh bidan desa saat imunisasi. Sebagian besar petugas kesehatan dan juga kader kesehatan yang dilibatkan, menghadapi tantangan dalam penerapan protokol kesehatan dan juga dari efisiensi kegiatan,” imbuh Nurul Komariyah, bidan koordinator Puskesmas Gondangwetan.

Diharapkan dengan adanya sinergi yang baik antara Dinas kesehatan kabupaten pasuruan dan Puskesmas Gondangwetan melalui kunjungan rumah dan janji temu, masyarakat dapat menerima manfaat sebaik dan semaksimal mungkin. Walaupun dengan segala keterbatasan yang di hadapi di masa pandemi ini. (eka/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2