alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Tenaga Arsiparis Kota Pasuruan Tak Ideal

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan kekurangan tenaga arsiparis. Jumlah tenaga yang ada sangat minim. Jauh dari kata ideal. Kendati jumlahnya terbatas, pengelolaan kearsipan tetap dimaksimalkan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan Titrit Satrija Nimpuna menjelaskan, dinasnya masih kekurangan tenaga arsiparis. Sejauh ini, baru ada seorang tenaga arsiparis. Padahal, tugasnya cukup penting demi terwujudnya tertib arsip. “Kalau kebutuhan ideal sekitar 8 atau 9 orang,” ujarnya.

Arsiparis merupakan tenaga yang sangat penting. Karena, tanpa adanya arsiparis, kata Titrit, sebuah dokumen tidak dapat tersusun dengan baik. Arsiparis bertugas mengelola arsip, sehingga mudah didapat ketika sedang dibutuhkan.

“Tugasnya sebagai pengelola arsip. Mengelola dokumen-dokumen daerah. Menentukan referensi dengan klasifikasi dan kualitas masalahnya. Maka, perlu orang khusus,” jelasnya.

Kendati demikian, Titrit memastikan, pengelolaan arsip dilakukan secara maksimal. Meski jumlah tenaga yang dimiliki sekarang jauh dari kata ideal. Titrit berupaya pengelolaan arsip tetap bisa dilakukan dengan baik. “Tidak hanya pengelolaan, tetapi arsiparis juga yang menentukan dokumen mana yang bisa dimusnahkan secara periodik,” katanya. (tom/rud)

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan kekurangan tenaga arsiparis. Jumlah tenaga yang ada sangat minim. Jauh dari kata ideal. Kendati jumlahnya terbatas, pengelolaan kearsipan tetap dimaksimalkan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan Titrit Satrija Nimpuna menjelaskan, dinasnya masih kekurangan tenaga arsiparis. Sejauh ini, baru ada seorang tenaga arsiparis. Padahal, tugasnya cukup penting demi terwujudnya tertib arsip. “Kalau kebutuhan ideal sekitar 8 atau 9 orang,” ujarnya.

Arsiparis merupakan tenaga yang sangat penting. Karena, tanpa adanya arsiparis, kata Titrit, sebuah dokumen tidak dapat tersusun dengan baik. Arsiparis bertugas mengelola arsip, sehingga mudah didapat ketika sedang dibutuhkan.

“Tugasnya sebagai pengelola arsip. Mengelola dokumen-dokumen daerah. Menentukan referensi dengan klasifikasi dan kualitas masalahnya. Maka, perlu orang khusus,” jelasnya.

Kendati demikian, Titrit memastikan, pengelolaan arsip dilakukan secara maksimal. Meski jumlah tenaga yang dimiliki sekarang jauh dari kata ideal. Titrit berupaya pengelolaan arsip tetap bisa dilakukan dengan baik. “Tidak hanya pengelolaan, tetapi arsiparis juga yang menentukan dokumen mana yang bisa dimusnahkan secara periodik,” katanya. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/