alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Sapi yang Terjangkit PMK Bisa Diganti Rugi, Prioritas Peternak Kecil

PASURUAN, Radar Bromo – Selain mengurangi potensi penularan dengan vaksin penyakit kuku dan mulut (PMK), pemerintah mulai mewacanakan ganti rugi terhadap masyarakat yang ternaknya terjangkit PMK. Namun, ganti rugi hanya diberikan pada ternak skala kecil.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat berkunjung ke Kabupaten Pasuruan, Sabtu (25/6) siang. Ia menjelaskan ganti rugi akan diberikan pemerintah pusat terhadap hewan ternak yang mati akibat PMK. Akan tetapi, tidak semua peternak bakal diberikan ganti rugi.

”Ganti rugi memang sudah diwacanakan, tapi diprioritaskan untuk peternak kecil,” bebernya.

Klasifikasi peternak kecil yakni hanya memiliki satu hingga tiga ekor sapi. Lalu, keberlangsungan hidup peternak itu hanya bergantung dari sapi itu.

Pihaknya pun membuka kesempatan bagi Pemkab Pasuruan untuk mendata jumlah sapi yang mati akibat PMK. Sekaligus mendata peternak kecil yang sangat terdampak akibat kematian ternak yang mereka miliki.

”Saya minta didata dan segera laporkan secepatnya,” tegasnya.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pasuruan, Suharyanto memantau kondisi kesehatan sapi-sapi perah milik peternak di bawah naungan KPSP (koperasi peternakan sapi perah) Setia Kawan Nongkojajar, Kecamatan Tutur. Ia juga memantau distribusi dan proses vaksinasi ternak di kawasan tersebut.

PASURUAN, Radar Bromo – Selain mengurangi potensi penularan dengan vaksin penyakit kuku dan mulut (PMK), pemerintah mulai mewacanakan ganti rugi terhadap masyarakat yang ternaknya terjangkit PMK. Namun, ganti rugi hanya diberikan pada ternak skala kecil.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat berkunjung ke Kabupaten Pasuruan, Sabtu (25/6) siang. Ia menjelaskan ganti rugi akan diberikan pemerintah pusat terhadap hewan ternak yang mati akibat PMK. Akan tetapi, tidak semua peternak bakal diberikan ganti rugi.

”Ganti rugi memang sudah diwacanakan, tapi diprioritaskan untuk peternak kecil,” bebernya.

Klasifikasi peternak kecil yakni hanya memiliki satu hingga tiga ekor sapi. Lalu, keberlangsungan hidup peternak itu hanya bergantung dari sapi itu.

Pihaknya pun membuka kesempatan bagi Pemkab Pasuruan untuk mendata jumlah sapi yang mati akibat PMK. Sekaligus mendata peternak kecil yang sangat terdampak akibat kematian ternak yang mereka miliki.

”Saya minta didata dan segera laporkan secepatnya,” tegasnya.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pasuruan, Suharyanto memantau kondisi kesehatan sapi-sapi perah milik peternak di bawah naungan KPSP (koperasi peternakan sapi perah) Setia Kawan Nongkojajar, Kecamatan Tutur. Ia juga memantau distribusi dan proses vaksinasi ternak di kawasan tersebut.

MOST READ

BERITA TERBARU

/