alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Pemkab Pasuruan Minta Inisiasi Ramuan Herbal untuk PMK

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan meminta peternak berinisiatif membuat ramuan herbal. Sehingga, bisa meningkatkan imunitas hewan ternak di tengah merebaknya wabah PMK saat ini.

Wakil Bupati Pasuruan K.H. Abdul Mujib Imron menyampaikan hal itu saat memantau vaksinasi di sejumlah peternakan sapi di Kecamatan Purwodadi, Sabtu (25/6). Gus Mujib panggilannya mengatakan, wabah PMK harus diatasi dengan kerja bersama. Pemerintah sudah menyediakan vaksin untuk hewan ternak agar terhindari dari virus tersebut.

“Syukur-syukur kalau ada peternak yang punya ramuan herbal atau jamu dan bisa diberikan ke ternaknya,” katanya saat mengawali sidak ke sebuah peternakan sapi perah milik warga di Dusun Kejoren, Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi.

Di dusun itu, total ada lebih dari 1.100 ekor sapi perah dan 250 sapi potong yang dimiliki warga. Namun secara keseluruhan, total ada 992 ekor sapi yang dinyatakan sakit di Kecamatan Purwodadi. Di antaranya, 193 ekor sudah sembuh, 35 ekor mati, 2 ekor dipotong paksa dan 19 ekor dijual paksa.

Dengan banyaknya populasi tersebut, Kecamatan Purwodadi juga menjadi wilayah kedua di Kabupaten Pasuruan dengan jumlah kasus positif PMK paling tinggi setelah Kecamatan Prigen. Melihat fakta itu, Gus Mujib menegaskan dua wilayah tersebut menjadi prioritas pendistribusian vaksin ternak paling banyak bila dibandingkan dengan wilayah yang lain.

“Ini ikhtiar pemerintah agar wabah PMK segera terkendali. Karena di Dusun Kejoren ini saja, ada 1.110 sapi perah dan 250 sapi potong. Nah kalau pemerintah tidak segera turun yang dikhawatirkan tingkat penularan akan semakin tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi tersebut menjadi ikhtiar besama agar wabah PMK semakin terkendali. Penularan virus tidak semakin meluas. Dan sapi yang sakit bisa segera sembuh. “Yang masih sehat diberikan vaksin,” kata Gus Mujib.

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan meminta peternak berinisiatif membuat ramuan herbal. Sehingga, bisa meningkatkan imunitas hewan ternak di tengah merebaknya wabah PMK saat ini.

Wakil Bupati Pasuruan K.H. Abdul Mujib Imron menyampaikan hal itu saat memantau vaksinasi di sejumlah peternakan sapi di Kecamatan Purwodadi, Sabtu (25/6). Gus Mujib panggilannya mengatakan, wabah PMK harus diatasi dengan kerja bersama. Pemerintah sudah menyediakan vaksin untuk hewan ternak agar terhindari dari virus tersebut.

“Syukur-syukur kalau ada peternak yang punya ramuan herbal atau jamu dan bisa diberikan ke ternaknya,” katanya saat mengawali sidak ke sebuah peternakan sapi perah milik warga di Dusun Kejoren, Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi.

Di dusun itu, total ada lebih dari 1.100 ekor sapi perah dan 250 sapi potong yang dimiliki warga. Namun secara keseluruhan, total ada 992 ekor sapi yang dinyatakan sakit di Kecamatan Purwodadi. Di antaranya, 193 ekor sudah sembuh, 35 ekor mati, 2 ekor dipotong paksa dan 19 ekor dijual paksa.

Dengan banyaknya populasi tersebut, Kecamatan Purwodadi juga menjadi wilayah kedua di Kabupaten Pasuruan dengan jumlah kasus positif PMK paling tinggi setelah Kecamatan Prigen. Melihat fakta itu, Gus Mujib menegaskan dua wilayah tersebut menjadi prioritas pendistribusian vaksin ternak paling banyak bila dibandingkan dengan wilayah yang lain.

“Ini ikhtiar pemerintah agar wabah PMK segera terkendali. Karena di Dusun Kejoren ini saja, ada 1.110 sapi perah dan 250 sapi potong. Nah kalau pemerintah tidak segera turun yang dikhawatirkan tingkat penularan akan semakin tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi tersebut menjadi ikhtiar besama agar wabah PMK semakin terkendali. Penularan virus tidak semakin meluas. Dan sapi yang sakit bisa segera sembuh. “Yang masih sehat diberikan vaksin,” kata Gus Mujib.

MOST READ

BERITA TERBARU

/