Akhirnya Tumpukan Sampah di Sungai Tambaklekok Dikeruk Pakai Alat Berat

Lekok, Radar Bromo– Kondisi sungai di Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan akhirnya mendapatkan perhatian dari pemkab setempat. Kamis (25/6) pengerukan sudah mulai dilakukan. Pemerintah bahkan mengerahkan eskavator untuk menguras sampah-sampah yang berserak.

Pengerukan itu dimulai sekitar pukul 10.00. Tak lama setelah eskavator tiba di lokasi, pengerukan langsung dilakukan. Berbagai macam sampah yang dikeruk itu kemudian dimasukkan dalam truk yang juga ada di lokasi. Sedikitnya, ada tiga truk yang lalu lalang mengangkut sampah setelah bak terisi penuh.

Pengerukan sampah itu ternyata memakan waktu tak sebentar. Sebab meski sudah beberapa kali truk dikeruk dan diangkut truk, kondisi sungai masih dijejali sampah. Timbunan sampah bahkan tidak lagi berserak di permukaan sungai. Melainkan sudah sampai ke dasar.

Camat Lekok Fauzan mengatakan, pengerukan sampah di sungai itu dilakukan agar kondisi lingkungan di desa tersebut lebih bersih dan sehat. Setelah dikuras, sampah-sampah langsung dibawa ke satu tempat tak jauh dari lokasi. Di sebuah tanah lapang itulah sampah-sampah ditumpahkan agar kering setelah terpapar sinar matahari.

“Sampah-sampah ini dibawa ke tanah aset desa untuk dikeringkan lebih dulu. Setelah kering, baru nanti akan dipilah-pilah,” ungkap Fauzan.

Pemilahan itu dilakukan untuk menyesuaikan jenis sampahnya. Sehingga bisa dikelola sampah-sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk dijual. Pihaknya akan mengerahkan warga setempat untuk memilah sampah-sampah tersebut.

Proses pengerukan sendiri, kata Fauzan, tidak bisa dipastikan akan berlangsung sampai kapan. Namun pihaknya memastikan jika upaya itu dilakukan hingga bantaran sungai bersih. Sehingga sungai bisa kembali berfungsi normal hingga ke muara. “Prinsipnya agar lingkungan bersih dan aliran air kembali normal,” ujar Fauzan.

Beberapa waktu terakhir, timbunan sampah di sungai tersebut menjadi sorotan. Sampah-sampah itu tidak hanya berasal dari desa setempat. Melainkan juga Desa Pasinan, Jatirejo, Balonganyar dan Tampung. Kebiasaan warga membuang sampah ke sungai itu lantaran tidak adanya tempat pembuangan sampah.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan berencana menyiapkan pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) untuk mengelola sampah dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Lekok. Program itu akan dimulai bulan Juli mendatang. (tom/fun)