alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

AKD DPRD Kota Dirombak, Jatah AKD Golkar Berkurang, PKS-PAN-PPP Malah Nol

PASURUAN, Radar Bromo – DPRD Kota Pasuruan merombak formasi alat kelengkapan dewan (AKD). Perombakan dilakukan besar-besaran. ”Jatah” Fraksi Golkar berkurang. Dua fraksi lain juga terpaksa ”gigit jari” karena kali ini tidak kebagian posisi.

Hasil perubahan susunan AKD itu disepakati dalam rapat paripurna internal Rabu (25/5). Proporsi kursi pimpinan AKD kali ini menyesuaikan dengan jumlah anggota dewan dari setiap fraksi. Misalnya, Fraksi Golkar sebelumnya memiliki lima anggota dalam pimpinan AKD. Yaitu, ketua dan sekretaris badan kehormatan, wakil ketua badan pembentukan perda (bapemperda), ketua komisi I, serta sekretaris komisi III.

Setelah perombakan, Fraksi Golkar ”hanya” berhasil menempatkan tiga anggotanya saja sebagai pimpinan AKD. Masing-masing Yanuar Priambada sebagai sekretaris komisi II, Sutirta sebagai ketua komisi III, dan M. Toyib sebagai ketua badan kehormatan.

Fraksi PKB memiliki tiga anggota yang duduk di kursi pimpinan AKD. Yaitu. M. Nawawi sebagai ketua komisi I, Sofian sebagai wakil ketua komisi II, M. Machfudz sebagai ketua bapemperda. Kemudian, Abdullah Junaidi sebagai sekretaris komisi III.

Adapun fraksi lain, seperti Fraksi Gerindra dan Fraksi Gabungan Hanura-Nasdem-PDIP, memiliki masing-masing dua anggota dalam pimpinan AKD. Dan, Fraksi PKS dan Fraksi Gabungan Amanat Pembangunan (FAP) tidak lagi mendapat jatah kursi pimpinan AKD alias nol posisi.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail M. Hasan mengatakan, perubahan AKD kali ini sudah proporsional. ”Artinya, sudah mengakomodasi semua. Kan semua anggota sudah masuk dalam AKD sesuai usulan fraksi-fraksi,” katanya.

Ismail mengatakan, perubahan AKD dilakukan sesuai tata tertib. Bisa dilakukan setiap 2,5 tahun periode jabatan. Dia memastikan semua fraksi sudah mengusulkan anggotanya pada komposisi keanggotaan AKD. Karena itu, komposisi anggota AKD juga mengakomodasi usulan masing-masing fraksi.

PASURUAN, Radar Bromo – DPRD Kota Pasuruan merombak formasi alat kelengkapan dewan (AKD). Perombakan dilakukan besar-besaran. ”Jatah” Fraksi Golkar berkurang. Dua fraksi lain juga terpaksa ”gigit jari” karena kali ini tidak kebagian posisi.

Hasil perubahan susunan AKD itu disepakati dalam rapat paripurna internal Rabu (25/5). Proporsi kursi pimpinan AKD kali ini menyesuaikan dengan jumlah anggota dewan dari setiap fraksi. Misalnya, Fraksi Golkar sebelumnya memiliki lima anggota dalam pimpinan AKD. Yaitu, ketua dan sekretaris badan kehormatan, wakil ketua badan pembentukan perda (bapemperda), ketua komisi I, serta sekretaris komisi III.

Setelah perombakan, Fraksi Golkar ”hanya” berhasil menempatkan tiga anggotanya saja sebagai pimpinan AKD. Masing-masing Yanuar Priambada sebagai sekretaris komisi II, Sutirta sebagai ketua komisi III, dan M. Toyib sebagai ketua badan kehormatan.

Fraksi PKB memiliki tiga anggota yang duduk di kursi pimpinan AKD. Yaitu. M. Nawawi sebagai ketua komisi I, Sofian sebagai wakil ketua komisi II, M. Machfudz sebagai ketua bapemperda. Kemudian, Abdullah Junaidi sebagai sekretaris komisi III.

Adapun fraksi lain, seperti Fraksi Gerindra dan Fraksi Gabungan Hanura-Nasdem-PDIP, memiliki masing-masing dua anggota dalam pimpinan AKD. Dan, Fraksi PKS dan Fraksi Gabungan Amanat Pembangunan (FAP) tidak lagi mendapat jatah kursi pimpinan AKD alias nol posisi.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail M. Hasan mengatakan, perubahan AKD kali ini sudah proporsional. ”Artinya, sudah mengakomodasi semua. Kan semua anggota sudah masuk dalam AKD sesuai usulan fraksi-fraksi,” katanya.

Ismail mengatakan, perubahan AKD dilakukan sesuai tata tertib. Bisa dilakukan setiap 2,5 tahun periode jabatan. Dia memastikan semua fraksi sudah mengusulkan anggotanya pada komposisi keanggotaan AKD. Karena itu, komposisi anggota AKD juga mengakomodasi usulan masing-masing fraksi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/