Batal Rehab Pasar Besar Tahun Ini, Diajukan Tahun Depan

WAKTUNYA REVITALISASI: Lapak pedagang di pasar Besar saat Ramadan lalu. Pasar ini diajukan ke pemerintah pusat supaya mendapat kucuran dana untuk perbaikan. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rencana Pemkot Pasuruan untuk merevitalisasi Pasar Besar di Kota Pasuruan terus dimatangkan. Rehab pasar ini dipastikan tidak dilakukan tahun ini. Pemkot kembali berencana untuk mengajukan anggaran revitalisasi pada pemerintah pusat melalui dana alokasi keuangan (DAK) pada 2021 mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Lucky Danardono mengungkapkan, keinginan untuk revitalisasi Pasar Besar masih tetap berlanjut. Namun, rencana ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sehingga, pihaknya tidak mungkin menggunakan dana dari APBD.

“Akhir tahun lalu sudah diajukan, tapi tidak turun. DAK tahun ini hanya untuk Pasar Kebonagung dan Karangketug. Kalau menggunakan APBD ya tidak mungkin, sebab anggarannya terlalu besar,” ungkapnya.

Lucky menjelaskan, Pemkot sempat menghitung biaya yang dibutuhkan untuk revitalisasi ini. Dan dari hasil perencanaan yang dilakukan oleh tim aset dan keuangan, revitalisasi Pasar Besar membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 100 miliar. Karena itu, revitalisasi ini akan dilakukan secara multiyears. Pasalnya, dari kebutuhan anggaran tidak memungkinkan dilakukan dalam satu waktu saja.

Ia menyebut, pemkot sempat mengajukan anggaran revitalisasi Pasar Besar ini pada Kementerian Perdagangan RI sejak dua tahun lalu. Pertama pada 2018 dengan pengajuan melalui DAK. Sayangnya, pengajuan ini tidak diluluskan. Saat itu DAK yang turun diberikan untuk Pasar Mebel Bukir.

Begitupula pada tahun lalu, pengajuan dari DAK masih belum diluluskan. Karena itu, pihaknya akan kembali melakukan pengajuan untuk tahun depan.

Menurutnya, rehab pada Pasar Besar ini sangat diperlukan. Sebab, kondisi pasar sudah tidak layak. Terakhir, pasar ini direhab pada 1992 lalu. Rehab nantinya secara keseluruhan baik pasar induk maupun pasar ikan yang terletak di sisi timur. Tujuannya, agar Pasar Besar ini menjadi pasar yang sesuai standar nasional Indonesia (SNI).

“Pasar Besar ini sangat perlu untuk di revitalisasi. Sebab, Pasar Besar ini sudah lama tidak mendapatkan sentuhan rehab dan kondisinya memang sangat perlu. Tahun depan kami bakal ajukan kembali melalui DAK,” sebutnya. (riz/fun)