alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pansus Agraria Minta Pusat Turun Tangan usai Insiden Mortir di Rumah Warga

BANGIL, Radar Bromo – Insiden ledakan mortir yang merusak rumah warga Desa Balung Anyar, Kecamatan Lekok, menjadi perhatian penting Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPRD Kabupaten Pasuruan. Pansus mendesak pemerintah pusat, bahkan presiden, untuk turun tangan.

Ketua Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPRD Kabupaten Pasuruan Eko Suryono menyatakan, ledakan mortir yang mengenai rumah warga seharusnya tidak terjadi. ”Supaya masyarakat bisa hidup tenang, tanpa dihantui ketakutan,” ungkapnya.

Menurut Eko, DPRD meminta kebijaksanaan Presiden RI untuk segera mengoordinasikan perihal konflik tersebut di tingkat kementerian. Supaya ada solusi nyata berkaitan dengan persoalan tersebut. Sehingga konflik lahan antara warga dan TNI AL tidak berlarut-larut.

Mortir yang Kenai Rumah Warga di Lekok Terjadi saat Brigif 2 Surabaya Latihan

Anggota lain pansus, Joko Cahyono, memandang konflik agraria di wilayah Lekok dan Nguling tidak bisa diselesaikan daerah. Karena itu, Presiden RI harus turun tangan. Menurut Joko, masyarakat di wilayah setempat mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Buktinya, ada alokasi dana desa dan dana desa yang digulirkan. ”Artinya kan mereka diakui secara administrasi. Karena itu, masyarakat harus dilindungi,” sambung dia.

BANGIL, Radar Bromo – Insiden ledakan mortir yang merusak rumah warga Desa Balung Anyar, Kecamatan Lekok, menjadi perhatian penting Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPRD Kabupaten Pasuruan. Pansus mendesak pemerintah pusat, bahkan presiden, untuk turun tangan.

Ketua Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPRD Kabupaten Pasuruan Eko Suryono menyatakan, ledakan mortir yang mengenai rumah warga seharusnya tidak terjadi. ”Supaya masyarakat bisa hidup tenang, tanpa dihantui ketakutan,” ungkapnya.

Menurut Eko, DPRD meminta kebijaksanaan Presiden RI untuk segera mengoordinasikan perihal konflik tersebut di tingkat kementerian. Supaya ada solusi nyata berkaitan dengan persoalan tersebut. Sehingga konflik lahan antara warga dan TNI AL tidak berlarut-larut.

Mortir yang Kenai Rumah Warga di Lekok Terjadi saat Brigif 2 Surabaya Latihan

Anggota lain pansus, Joko Cahyono, memandang konflik agraria di wilayah Lekok dan Nguling tidak bisa diselesaikan daerah. Karena itu, Presiden RI harus turun tangan. Menurut Joko, masyarakat di wilayah setempat mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Buktinya, ada alokasi dana desa dan dana desa yang digulirkan. ”Artinya kan mereka diakui secara administrasi. Karena itu, masyarakat harus dilindungi,” sambung dia.

MOST READ

BERITA TERBARU

/