alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Tujuh Plengsengan Rusak Imbas Banjir di Pasuruan Mulai Dibronjong

PASURUAN, Radar Bromo – Plengsengan sungai yang rusak imbas bencana banjir mulai diperbaiki di Kabupaten Pasuruan. Anggaran Rp 1,2 miliar dialokasikan untuk pembenahan tersebut.

Sekretaris Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Mahbub Djunaidi menguraikan, dampak bencana banjir membuat sejumlah infrastruktur di Kabupaten Pasuruan rusak. Beberapa plengsengan sungai juga rusak. Salah satunya di Latek, Kecamatan Bangil atau di Pekoren, Kecamatan Rembang. “Ada kurang lebih enam titik plengsengan yang rusak,” kata Mahbub.

Kerusakan yang terjadi pada akhir 2021 itu, kini mulai ditangani. Setiap titiknya dialokasikan sekitar Rp 200 juta. Total sekitar Rp 1,2 miliar dialokasikan untuk perbaikan tersebut.

Pembenahan dilakukan dengan cara dibronjong sebagai perbaikan darurat. Terlebih, rata-rata yang ditangani sungai provinsi atau BBWS Brantas.

“Proses pembenahannya sedang dilakukan. Bronjong mulai dipasang,” ungkap dia.

Pembenahan itu akan dilangsungkan selama sebulan. Artinya, Maret 2022 ditargetkan semua pekerjaan bisa diselesaikan. Tujuannya, menjaga agar kondisinya baik. Tidak semakin rusak dan membuat khawatir warga. (one/hn)

PASURUAN, Radar Bromo – Plengsengan sungai yang rusak imbas bencana banjir mulai diperbaiki di Kabupaten Pasuruan. Anggaran Rp 1,2 miliar dialokasikan untuk pembenahan tersebut.

Sekretaris Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Mahbub Djunaidi menguraikan, dampak bencana banjir membuat sejumlah infrastruktur di Kabupaten Pasuruan rusak. Beberapa plengsengan sungai juga rusak. Salah satunya di Latek, Kecamatan Bangil atau di Pekoren, Kecamatan Rembang. “Ada kurang lebih enam titik plengsengan yang rusak,” kata Mahbub.

Kerusakan yang terjadi pada akhir 2021 itu, kini mulai ditangani. Setiap titiknya dialokasikan sekitar Rp 200 juta. Total sekitar Rp 1,2 miliar dialokasikan untuk perbaikan tersebut.

Pembenahan dilakukan dengan cara dibronjong sebagai perbaikan darurat. Terlebih, rata-rata yang ditangani sungai provinsi atau BBWS Brantas.

“Proses pembenahannya sedang dilakukan. Bronjong mulai dipasang,” ungkap dia.

Pembenahan itu akan dilangsungkan selama sebulan. Artinya, Maret 2022 ditargetkan semua pekerjaan bisa diselesaikan. Tujuannya, menjaga agar kondisinya baik. Tidak semakin rusak dan membuat khawatir warga. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/