alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Sungai Petung Perlu Dinormalisasi Sepanjang 2,5 Km

PASURUAN, Radar Bromo – Banjir yang melanda kawasan timur Kota Pasuruan menjadi catatan tersendiri bagi Pemprov Jatim dan Pemkot Pasuruan. Pemicu bencana itu adalah pendangkalan Kali Petung. Air bah meluap di Buk Wedi, sehingga membanjiri jalan raya serta permukiman warga. Bakal dikeruk 2,5 kilometer.

Pada 2022 ini, pemerintah berencana menormalisasi Kali Petung. Tujuannya, mengangkat sedimentasi dan menambah kapasitas sungai. Kali Petung diharapkan mampu menampung air dari hujan lokal maupun kiriman dari hulu.

Pengawas Sumber Daya Air di Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur Mokhamad Rizky menyatakan, normalisasi Kali Petung memang sudah direncanakan. ”Insyaallah dikerjakan tahun ini. Karena memang sudah masuk program dari UPT (unit pelaksana teknis),” katanya.

PERJUANGAN: Petugas penanggulangan bencana dan tenaga kebersihan berusaha menyingkirkan beragam sampah yang tersangkut di bawah Buk Wedi sehingga menghalangi arus air di Kali Petung. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Rizky memastikan akan lebih banyak area yang dijangkau dalam pekerjaan normalisasi tersebut. Dengan begitu, sungai akan kembali berfungsi normal. Membawa air hingga ke muara. Tidak sampai meluap akibat daya tampung sungai berkurang.

”Tahun ini sasaran normalisasi sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer,” katanya.

Pada 2021 lalu, pemerintah memang sudah menormalisasi sungai tersebut. Hanya, kata Rizky, normalisasi yang dikerjakan waktu itu masih bersifat darurat. Hanya dilakukan sepanjang sekitar 200 meter di sekitar jembatan. Itu pun belum selesai total. Hanya sisi selatan jembatan Buk Wedi.

PASURUAN, Radar Bromo – Banjir yang melanda kawasan timur Kota Pasuruan menjadi catatan tersendiri bagi Pemprov Jatim dan Pemkot Pasuruan. Pemicu bencana itu adalah pendangkalan Kali Petung. Air bah meluap di Buk Wedi, sehingga membanjiri jalan raya serta permukiman warga. Bakal dikeruk 2,5 kilometer.

Pada 2022 ini, pemerintah berencana menormalisasi Kali Petung. Tujuannya, mengangkat sedimentasi dan menambah kapasitas sungai. Kali Petung diharapkan mampu menampung air dari hujan lokal maupun kiriman dari hulu.

Pengawas Sumber Daya Air di Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur Mokhamad Rizky menyatakan, normalisasi Kali Petung memang sudah direncanakan. ”Insyaallah dikerjakan tahun ini. Karena memang sudah masuk program dari UPT (unit pelaksana teknis),” katanya.

PERJUANGAN: Petugas penanggulangan bencana dan tenaga kebersihan berusaha menyingkirkan beragam sampah yang tersangkut di bawah Buk Wedi sehingga menghalangi arus air di Kali Petung. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Rizky memastikan akan lebih banyak area yang dijangkau dalam pekerjaan normalisasi tersebut. Dengan begitu, sungai akan kembali berfungsi normal. Membawa air hingga ke muara. Tidak sampai meluap akibat daya tampung sungai berkurang.

”Tahun ini sasaran normalisasi sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer,” katanya.

Pada 2021 lalu, pemerintah memang sudah menormalisasi sungai tersebut. Hanya, kata Rizky, normalisasi yang dikerjakan waktu itu masih bersifat darurat. Hanya dilakukan sepanjang sekitar 200 meter di sekitar jembatan. Itu pun belum selesai total. Hanya sisi selatan jembatan Buk Wedi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/