Target Retribusi Wisata Pasuruan Naik Rp 200 Juta, Jadi Rp 1 Miliar

SUMBER PAD: Sejumlah warga berwisata ke Danau Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan. Danau ini menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah Kabupaten Pasuruan. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

GRATI, Radar Bromo – Sepanjang 2019, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, bisa mengumpulkan Rp 1,18 miliar dari retribusi wisata. Namun, tahun ini hanya menargetkan dapat memperoleh Rp 1 miliar. Target ini naik Rp 200 juta dibanding target pada awal 2019.

Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono, mengatakan kenaikan target retribusi wisata melihat potensi penerimaan pada 2019. “Awal 2019, target awal Rp 800 juta. Namun, di akhir tahun dalam Perubahan APBD targetnya naik menjadi Rp 950 juta. Kendati naik cukup tinggi, realisasi tetap mencapai target,” ujarnya.

Sampai akhir 2019, realisasi perolehan retribusi tempat wisata yang dikelola Disparbud mencapai Rp 1,18 miliar. Jumlah ini diperoleh dari tiga tempat wisata. Meliputi, Pemandian Alam Banyubiru; Danau Ranu Grati; dan tiket masuk ke Tosari.

Gunawan mengatakan, melihat potensi makin tingginya pengunjung setiap tahunnya, tahun ini targetnya dinaikkan menjadi Rp 1 miliar. Meski cukup tinggi, Disparbud optimistis dapat mencapainya.

“Selain kami optimistis pengunjung makin tinggi, juga melihat realisasi tahun lalu sudah di atas Rp 1 miliar. Sehingga, kami optimistis target tahun ini tetap bisa tercapai,” ujarnya.

Meski tahun ini tidak menaikkan tiket wisata, Disparbud akan menggenjot agar makin banyak pengunjung yang datang. Selain hari biasa dan akhir pekan, momen-momen seperti long weekend, libur sekolah, libur Lebaran, sampai libur akhir tahun dipastikan ikut mendongkrak penerimaan retribusi wisata.

Selain itu, upaya memperbaiki dan menambah sarana prasarana di tempat wisata juga dilakukan agar tempat wisata nyaman bagi penunjung. Harapannya, ikut mendongkrak kunjungan wisata di lokasi wisata Kabupaten Pasuruan. (eka/rud)