alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Kerap Sepi, Dewan Soroti Penataan Pasar Poncol

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keberadaan Pasar Poncol di Jalan Wachid Hasyim, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan jadi sorotan DPRD setempat. Dewan menilai aset pemkot ini tidak berjalan maksimal. Akibatnya, banyak los yang ditinggal oleh pedagang.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Abdullah Junaedi mengungkapkan, Pasar Poncol seharusnya menjadi aset yang menguntungkan bagi Pemkot. Namun selama ini potensi pasar daerah ini tidak tergarap maksimal. Banyak los yang tutup.

“Apalagi los di lantai dua. Tidak beroperasi dan ditinggalkan pedagang karena sepi. Sebab, yang dijual di lantai dua tidak berbeda dengan yang bawah,” ungkapnya.

Jun –sapaan akrabnya- menjelaskan, seharusnya Pemkot memberlakukan penataan yang baik pada pasar ini. Apalagi pasar Poncol berada di kawasan strategis dekat dengan kawasan religi.

Sehingga pasar Poncol tidak sepi seperti sekarang. Sepinya pasar Poncol dinilai karena kurang baiknya penataan di areal setempat.

Ia lantas mencontohkan lokasi los yang menyediakan makanan-minuman (mamin) dan baju yang bersebelahan. Kondisi ini membuat pembeli yang datang dibuat kebingungan.

Idealnya, los itu dibuat seragam. Jadi los mamin dibuat satu areal khusus, begitupula los lainnya. Termasuk lantai satu dan dua harus dibuat berbeda.

“Misalnya di lantai satu jual mamin dan busana. Lantai dua bisa jual lainnya. Entah itu jual sepatu atau jasa lainnya. Kalau sama dengan lantai satu, pasti sepi. Pembeli pasti memilih di lantai satu,” jelas Jun.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Lucky Danardono menjelaskan, pihaknya berencana melakukan pembenahan pada wajah Pasar Poncol tahun depan.

Pembenahan dilakukan pada los setempat yang dinilai sudah tidak layak. Mulai dari kios hingga pujasera di areal pasar.

“Perbaikannya dengan pengecatan maupun perbaikan pada tembok kios hingga mengganti atap yang sudah rusak. Kalau wajah kios dan pujasera apik, nanti bisa dihubungkan dengan konsep wisata religi sehingga terdampak dengan keramaian dari peziarah,” sebut Lucky. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU