alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Pemkab Pasuruan Dorong Santri Kuasai Teknologi-Aktif Lawan Pandemi

PERINGATAN Hari Santri tahun ini di Kabupaten Pasuruan terasa istimewa. Pemkab Pasuruan mengemas rangkaian Hari Santri dengan melibatkan para santri. Mulai acara seremonial hingga event-event tertentu. Semua kegiatan dilandasi semangat santri sehat, kreatif, dan toleran untuk Pasuruan Maslahat.

Salah satu kegiatan yang istimewa yaitu pengukuhan Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, sebagai desa “Sadar Kerukunan Umat Beragama”. Pengukuhannya didasarkan pada penetapan Kemenag Jawa Timur melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasuruan. Acara ini sekaligus mengawali seluruh rangkaian peringatan Hari Santri pada Kamis (21/10).

“Persaudaraan sangat penting bagi umat beragama. Pemkab Pasuruan sangat bangga ditetapkannya Desa Ngadiwono sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama,’’ kata Wakil Bupati Abdul Mujib Imron saat menghadiri acara itu.

Ditetapkannya Desa Ngadiwono sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama didasari pada tiga kriteria. Pertama, dalam satu desa terdapat lebih dari satu agama yang dianut oleh masyarakat. Kedua, terdapat tiga tempat ibadah dari agama yang berbeda. Ketiga, tidak pernah terjadi konflik antar pemeluk agama. Pemeluk agama hidup rukun dan damai.

Agenda peringatan dilanjutkan upacara Hari Santri keesokan harinya, Jumat (22/10) pagi di Pendapa Agung Wonokitri, Kecamatan Tosari. Upacara dipimpin oleh Wabup Mujib Imron dan diikuti jajaran Forkopimda dan beberapa pejabat OPD. Hadir juga beberapa tokoh agama dan pengurus TPQ dan Madin.

Gus Mujib, panggilan akrab Wabup Mujib Imron menyampaikan beberapa poin penting pada para santri saat memimpin upacara. Di antaranya, harapan agar para santri lebih aktif dalam pembangunan dengan penguasaan teknologi dan keilmuan.

PERINGATAN Hari Santri tahun ini di Kabupaten Pasuruan terasa istimewa. Pemkab Pasuruan mengemas rangkaian Hari Santri dengan melibatkan para santri. Mulai acara seremonial hingga event-event tertentu. Semua kegiatan dilandasi semangat santri sehat, kreatif, dan toleran untuk Pasuruan Maslahat.

Salah satu kegiatan yang istimewa yaitu pengukuhan Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, sebagai desa “Sadar Kerukunan Umat Beragama”. Pengukuhannya didasarkan pada penetapan Kemenag Jawa Timur melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasuruan. Acara ini sekaligus mengawali seluruh rangkaian peringatan Hari Santri pada Kamis (21/10).

“Persaudaraan sangat penting bagi umat beragama. Pemkab Pasuruan sangat bangga ditetapkannya Desa Ngadiwono sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama,’’ kata Wakil Bupati Abdul Mujib Imron saat menghadiri acara itu.

Ditetapkannya Desa Ngadiwono sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama didasari pada tiga kriteria. Pertama, dalam satu desa terdapat lebih dari satu agama yang dianut oleh masyarakat. Kedua, terdapat tiga tempat ibadah dari agama yang berbeda. Ketiga, tidak pernah terjadi konflik antar pemeluk agama. Pemeluk agama hidup rukun dan damai.

Agenda peringatan dilanjutkan upacara Hari Santri keesokan harinya, Jumat (22/10) pagi di Pendapa Agung Wonokitri, Kecamatan Tosari. Upacara dipimpin oleh Wabup Mujib Imron dan diikuti jajaran Forkopimda dan beberapa pejabat OPD. Hadir juga beberapa tokoh agama dan pengurus TPQ dan Madin.

Gus Mujib, panggilan akrab Wabup Mujib Imron menyampaikan beberapa poin penting pada para santri saat memimpin upacara. Di antaranya, harapan agar para santri lebih aktif dalam pembangunan dengan penguasaan teknologi dan keilmuan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/