alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Rumah Terbakar, Pasutri asal Karanglo Ini Berhasil Selamatkan Diri

GRATI – Samat dan Suti langsung lunglai mendapati rumahnya terbakar. Mereka pun harus merelakan uang serta barang berharga lainnya ludes dilalap api. Untungnya, pasangan suami istri itu masih bisa menyelamatkan diri.

Insiden kebakaran itu terjadi di Dusun Krajan, Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Selasa (23/10) malam. Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30. Kebetulan, Samat dan Suti belum lama tertidur setelah merebahkan diri.

Tiba-tiba, Suti terbelalak lantaran dikejutkan dengan adanya percikan api yang mulai menyala-nyala dari sebuah kabel di atap rumah. Kabel listrik telanjang itu bahkan jatuh dan nyaris mengenai tubuh Suti.

“Saat jatuh sempat ditangkis kemudian kabelnya terlempar ke arah dinding yang berbahan anyaman bambu,” terang Kapolsek Grati AKP Suyitno.

Seketika itu, kabel telanjang yang mengeluarkan percikan api itu menyulut dinding berbahan anyaman bambu tersebut. Dalam hitungan detik, kobaran api mulai menjalar ke seluruh penjuru rumah.

Mendapati dirinya dalam bahaya, Suti kemudian membangunkan Samat serta meminta pertolongan ke warga lainnya. Pasutri itu kemudian berusaha menyelamatkan diri dan keluar dari rumah seluas  6×15 meter itu. Warga berdatangan, disusul dengan petugas TNI dan Polri.

Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran datang dan langsung melakukan pemadaman. Mereka mulai berjibaku dengan kobaran api. Sementara api dengan cepat menjalar ke bagian atas rumah. Mulai dari pilar hingga kayu penyangga atap semakin rapuh.

“Kami lokalisir areanya terlebih dahulu agar tidak semakin luas. Mengingat lokasi di antara permukiman,” kata Kepala BPBD Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah.

Ia menyebut, proses pemadaman itu juga sedikit memakan waktu. Selain banyaknya barang mudah terbakar, terpaan angin yang cukup kencang juga menyulitkan petugas damkar menjinakkan api.

“Pemadaman memakan waktu sekitar 2,5 jam. Begitu api sudah mengecil, kami lakukan pembasahan untuk memastikan sudah tidak ada bara api yang tersisa,” bebernya.

Pasca kebakaran, pihak kepolisian langsung memasang police line di sekeliling rumah tersebut. Sejauh ini, polisi menduga kebakaran itu dipicu terjadinya korsleting listrik. Terutama, akibat adanya kabel tanpa pembungkus. “Memang kuat diduga kebakaran terjadi karena ada korsleting listrik,” ujar Suyitno.

Ia menyebut, akibat kejadian itu korban mengalami kerugian hingga puluhan juta. Sebab, tak hanya bangunan rumah yang luluh lantak. Ada pula sebuah motor Honda Revo, perhiasan, uang, dan beras 1 kuintal yang turut terbakar. “Tafsir kerugian sekitar Rp 60 juta,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di bahu itu. (tom/rf)

GRATI – Samat dan Suti langsung lunglai mendapati rumahnya terbakar. Mereka pun harus merelakan uang serta barang berharga lainnya ludes dilalap api. Untungnya, pasangan suami istri itu masih bisa menyelamatkan diri.

Insiden kebakaran itu terjadi di Dusun Krajan, Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Selasa (23/10) malam. Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30. Kebetulan, Samat dan Suti belum lama tertidur setelah merebahkan diri.

Tiba-tiba, Suti terbelalak lantaran dikejutkan dengan adanya percikan api yang mulai menyala-nyala dari sebuah kabel di atap rumah. Kabel listrik telanjang itu bahkan jatuh dan nyaris mengenai tubuh Suti.

“Saat jatuh sempat ditangkis kemudian kabelnya terlempar ke arah dinding yang berbahan anyaman bambu,” terang Kapolsek Grati AKP Suyitno.

Seketika itu, kabel telanjang yang mengeluarkan percikan api itu menyulut dinding berbahan anyaman bambu tersebut. Dalam hitungan detik, kobaran api mulai menjalar ke seluruh penjuru rumah.

Mendapati dirinya dalam bahaya, Suti kemudian membangunkan Samat serta meminta pertolongan ke warga lainnya. Pasutri itu kemudian berusaha menyelamatkan diri dan keluar dari rumah seluas  6×15 meter itu. Warga berdatangan, disusul dengan petugas TNI dan Polri.

Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran datang dan langsung melakukan pemadaman. Mereka mulai berjibaku dengan kobaran api. Sementara api dengan cepat menjalar ke bagian atas rumah. Mulai dari pilar hingga kayu penyangga atap semakin rapuh.

“Kami lokalisir areanya terlebih dahulu agar tidak semakin luas. Mengingat lokasi di antara permukiman,” kata Kepala BPBD Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah.

Ia menyebut, proses pemadaman itu juga sedikit memakan waktu. Selain banyaknya barang mudah terbakar, terpaan angin yang cukup kencang juga menyulitkan petugas damkar menjinakkan api.

“Pemadaman memakan waktu sekitar 2,5 jam. Begitu api sudah mengecil, kami lakukan pembasahan untuk memastikan sudah tidak ada bara api yang tersisa,” bebernya.

Pasca kebakaran, pihak kepolisian langsung memasang police line di sekeliling rumah tersebut. Sejauh ini, polisi menduga kebakaran itu dipicu terjadinya korsleting listrik. Terutama, akibat adanya kabel tanpa pembungkus. “Memang kuat diduga kebakaran terjadi karena ada korsleting listrik,” ujar Suyitno.

Ia menyebut, akibat kejadian itu korban mengalami kerugian hingga puluhan juta. Sebab, tak hanya bangunan rumah yang luluh lantak. Ada pula sebuah motor Honda Revo, perhiasan, uang, dan beras 1 kuintal yang turut terbakar. “Tafsir kerugian sekitar Rp 60 juta,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di bahu itu. (tom/rf)

MOST READ

BERITA TERBARU

/