alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Karya Bagus-Presentasi Ciamik, Juri Lomba Logo-Maskot Puji Semua Peserta

PASURUAN, Radar Bromo – Filosofi yang mendalam dan kreativitas tinggi mewarnai presentasi peserta dalam penjurian final Lomba Logo dan Maskot MTQ XXX Jawa Timur 2023 di Kota Pasuruan, Selasa (24/5). Para peserta membedah karya masing-masing. Dari postur, warna, huruf, hingga maknanya. Presentasi mereka mendetail. Ide dan inovasinya luar biasa. Wawali Kota Pasuruan Adi Wibowo terkesan.

Adi Wibowo menjadi juri kehormatan dalam lomba logo dan maskot ini. Juri-juri lain adalah praktisi desain dan akademisi serta seniman. Mereka menilai lima karya nomine di masing-masing kategori memang sangat bagus. Sudah terseleksi secara ketat di antara ratusan karya peserta lain.

Arek Pandaan bernama Abdur Rochim Musa, misalnya. Dia memasukkan tujuh unsur dalam karya logonya. Ada lambang Kitab Suci Alquran, Tugu Pahlawan di Alun-alun Pasuruan, ada jam gadang, bintang, gapura selamat datang, gunungan wayang, sampai bendera Merah Putih. Semua dikreasi dalam satu bentuk logo MTQ.

HARUS DEBAT: Peserta lomba maskot yang hadir langsung di penilaian. Mereka harus mempertahankan pendapatnya tentang karyanya. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Wawali Adi Wibowo tertarik dengan karya mahasiswa semester VIII tersebut. Sebab, logo itu mampu menggambarkan kreativitas sekaligus filosofi tentang Kota Pasuruan. Juga menunjukkan semangat syiar dan semangat luar biasa untuk menyukseskan MTQ.

Namun, Adi mengaku belum menemukan ikon Kota Pasuruan. Belum langsung tampak dan menonjol. Karakter sosiologis dan filosofis Kota Pasuruan tidak cepat diperoleh dengan melihat logo. Terutama, filosofi dan ciri khas Kota Pasuruan sebagai Kota Madinah. Dia ingin, dalam sekali melihat logo, langsung tertangkap kesan kuat.

”Ini lho Kota Pasuruan,” ungkap Adi.

PASURUAN, Radar Bromo – Filosofi yang mendalam dan kreativitas tinggi mewarnai presentasi peserta dalam penjurian final Lomba Logo dan Maskot MTQ XXX Jawa Timur 2023 di Kota Pasuruan, Selasa (24/5). Para peserta membedah karya masing-masing. Dari postur, warna, huruf, hingga maknanya. Presentasi mereka mendetail. Ide dan inovasinya luar biasa. Wawali Kota Pasuruan Adi Wibowo terkesan.

Adi Wibowo menjadi juri kehormatan dalam lomba logo dan maskot ini. Juri-juri lain adalah praktisi desain dan akademisi serta seniman. Mereka menilai lima karya nomine di masing-masing kategori memang sangat bagus. Sudah terseleksi secara ketat di antara ratusan karya peserta lain.

Arek Pandaan bernama Abdur Rochim Musa, misalnya. Dia memasukkan tujuh unsur dalam karya logonya. Ada lambang Kitab Suci Alquran, Tugu Pahlawan di Alun-alun Pasuruan, ada jam gadang, bintang, gapura selamat datang, gunungan wayang, sampai bendera Merah Putih. Semua dikreasi dalam satu bentuk logo MTQ.

HARUS DEBAT: Peserta lomba maskot yang hadir langsung di penilaian. Mereka harus mempertahankan pendapatnya tentang karyanya. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Wawali Adi Wibowo tertarik dengan karya mahasiswa semester VIII tersebut. Sebab, logo itu mampu menggambarkan kreativitas sekaligus filosofi tentang Kota Pasuruan. Juga menunjukkan semangat syiar dan semangat luar biasa untuk menyukseskan MTQ.

Namun, Adi mengaku belum menemukan ikon Kota Pasuruan. Belum langsung tampak dan menonjol. Karakter sosiologis dan filosofis Kota Pasuruan tidak cepat diperoleh dengan melihat logo. Terutama, filosofi dan ciri khas Kota Pasuruan sebagai Kota Madinah. Dia ingin, dalam sekali melihat logo, langsung tertangkap kesan kuat.

”Ini lho Kota Pasuruan,” ungkap Adi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/