alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Cara Puskesmas Pasrepan Cegah Tuberkulosis dengan GEMPIS

PASREPAN, Radar Bromo – Berdasarkan data Global TB Report WHO 2020, Indonesia menjadi negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia. Penularan dan perkembangan penyakit TBC semakin meluas karena dipengaruhi faktor sosial seperti kemiskinan, urbanisasi, pola hidup yang kurang aktif, penggunaan tembakau dan alkohol.

TBC pun menjadi perhatian serius bagi Puskesmas Pasrepan. Pasien TBC yang sedang menjalani program pengobatan di Puskesmas Pasrepan selama periode Januari–Desember 2021 sejumlah 37 pasien. Hanya 12 pasien yang melakukan kontrol rutin sesuai jadwal ke Puskesmas Pasrepan. Sebagian besar pasien tidak kontrol sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Rendahnya kesadaran pasien TBC untuk kontrol sesuai jadwal tentu akan menghambat proses penyembuhan. Sehingga perlu inovasi untuk meningkatkan kesadaran pasien akan pentingnya kontrol sesuai jadwal. Nah, Puskesmas Pasrepan membuat video edukasi dan GEMPIS (Gelas dan Piagam Kesembuhan) untuk meningkatkan kesadaran pasien TBC untuk berobat tepat waktu.

“Edukasi meliputi pencegahan dan tata laksana penyakit TBC kepada pasien dengan menggunakan video edukasi. Sedangkan GEMPIS merupakan reward untuk pasien TBC yang kontrol sesuai jadwal. Serta pasien yang telah menyelesaikan program pengobatannya di Puskesmas Pasrepan,” beber dr. Wahyu Widya Asmara, Kepala UOBF Puskesmas Pasrepan.

Piagam kesembuhan tersebut diberikan untuk menghargai perjuangan pasien selama menjalankan program kesembuhan pasien dengan meminum obat secara teratur minimal 6 bulan. Dengan piagam tersebut, pasien dapat menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah melakukan program pengobatan TBC dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap. (sid/fun)

PASREPAN, Radar Bromo – Berdasarkan data Global TB Report WHO 2020, Indonesia menjadi negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia. Penularan dan perkembangan penyakit TBC semakin meluas karena dipengaruhi faktor sosial seperti kemiskinan, urbanisasi, pola hidup yang kurang aktif, penggunaan tembakau dan alkohol.

TBC pun menjadi perhatian serius bagi Puskesmas Pasrepan. Pasien TBC yang sedang menjalani program pengobatan di Puskesmas Pasrepan selama periode Januari–Desember 2021 sejumlah 37 pasien. Hanya 12 pasien yang melakukan kontrol rutin sesuai jadwal ke Puskesmas Pasrepan. Sebagian besar pasien tidak kontrol sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Rendahnya kesadaran pasien TBC untuk kontrol sesuai jadwal tentu akan menghambat proses penyembuhan. Sehingga perlu inovasi untuk meningkatkan kesadaran pasien akan pentingnya kontrol sesuai jadwal. Nah, Puskesmas Pasrepan membuat video edukasi dan GEMPIS (Gelas dan Piagam Kesembuhan) untuk meningkatkan kesadaran pasien TBC untuk berobat tepat waktu.

“Edukasi meliputi pencegahan dan tata laksana penyakit TBC kepada pasien dengan menggunakan video edukasi. Sedangkan GEMPIS merupakan reward untuk pasien TBC yang kontrol sesuai jadwal. Serta pasien yang telah menyelesaikan program pengobatannya di Puskesmas Pasrepan,” beber dr. Wahyu Widya Asmara, Kepala UOBF Puskesmas Pasrepan.

Piagam kesembuhan tersebut diberikan untuk menghargai perjuangan pasien selama menjalankan program kesembuhan pasien dengan meminum obat secara teratur minimal 6 bulan. Dengan piagam tersebut, pasien dapat menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah melakukan program pengobatan TBC dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/