alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Pengunjung Tempat Wisata di Pasuruan Tetap Dibatasi selama Lebaran

PRIGEN, Radar BromoIni kabar gembira untuk para keluarga. Selama liburan, tempat wisata di Pasuruan dipastikan bakal tetap buka. Hanya saja, jumlah pengunjungnya dibatasi.

Pembatasan pengunjung dilakukan sesuai dengan status atau level PPKM di tiap daerah. Karena itu, jumlah pembatasan di tiap daerah tidak akan sama.

“Jadi untuk Lebaran kali ini memang tempat wisata diperbolehkan beroperasi. Tapi, jumlah pengunjung tetap dibatasi. Kapasitasnya disesuaikan dengan level PPKM di daerah masing-masing,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati.

Selain itu, pengunjung dan pengelola tempat wisata harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Mulai dari menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Termasuk memaksimalkan aplikasi PenduliLindungi di masing-masing tempat wisata.

“Ini sudah diatur dalam SE Satgas Covid-19 bahwa pengelola wisata harus mematuhi protokol kesehatan. Karena saat ini pandemi masih berlangsung,” bebernya.

Sementara itu, selama Ramadan, kunjungan wisata di sejumlah tempat wisata menurun. Kondisi itu, menurutnya, wajar terjadi setiap Ramadan. Mengingat, orang mengurangi frekuesni bepergian ke tempat wisata selama Ramadan.

“Setiap Ramadan memang kunjungan wisatawan berkurang. Biasanya beralih ke Lebaran. Karena itu, kunjungan wisata saat libur Lebaran jauh lebih ramai. Kami prediksi pada Lebaran kali ini jumlah kunjungan wisata akan meningkat dua sampai lima kali lipat,” tuturnya.

PRIGEN, Radar BromoIni kabar gembira untuk para keluarga. Selama liburan, tempat wisata di Pasuruan dipastikan bakal tetap buka. Hanya saja, jumlah pengunjungnya dibatasi.

Pembatasan pengunjung dilakukan sesuai dengan status atau level PPKM di tiap daerah. Karena itu, jumlah pembatasan di tiap daerah tidak akan sama.

“Jadi untuk Lebaran kali ini memang tempat wisata diperbolehkan beroperasi. Tapi, jumlah pengunjung tetap dibatasi. Kapasitasnya disesuaikan dengan level PPKM di daerah masing-masing,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati.

Selain itu, pengunjung dan pengelola tempat wisata harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Mulai dari menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Termasuk memaksimalkan aplikasi PenduliLindungi di masing-masing tempat wisata.

“Ini sudah diatur dalam SE Satgas Covid-19 bahwa pengelola wisata harus mematuhi protokol kesehatan. Karena saat ini pandemi masih berlangsung,” bebernya.

Sementara itu, selama Ramadan, kunjungan wisata di sejumlah tempat wisata menurun. Kondisi itu, menurutnya, wajar terjadi setiap Ramadan. Mengingat, orang mengurangi frekuesni bepergian ke tempat wisata selama Ramadan.

“Setiap Ramadan memang kunjungan wisatawan berkurang. Biasanya beralih ke Lebaran. Karena itu, kunjungan wisata saat libur Lebaran jauh lebih ramai. Kami prediksi pada Lebaran kali ini jumlah kunjungan wisata akan meningkat dua sampai lima kali lipat,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/