alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Bantuan Ahli Waris Korban Covid-19 Belum Jelas

PURWOREJO, Radar Bromo – Santunan kematian untuk ahli waris pasien yang meninggal karena Covid-19 tidak juga jelas. Hingga saat ini, Pemprov Jawa Timur belum mengeluarkan kebijakan resmi tentang rencana tersebut. Karena itu, pemerintah daerah juga tak bisa melangkah lebih jauh.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko mengatakan, dirinya belum berani mengusulkan keluarga pasien yang meninggal karena Covid-19 untuk dapat bantuan. Sebab, sejauh ini, belum ada kebijakan yang mengatur santunan kematian tersebut.

”Sepanjang belum ada juknis sebagai pedoman, kami tidak bisa mengusulkan,” jelasnya.

Apalagi, program serupa yang semula akan digulirkan pemerintah pusat ternyata juga batal. Padahal, pemkot sudah mengusulkan 47 pasien korban Covid-19 agar keluarganya bisa mendapat santunan pada 2020 lalu. Kini, total pasien meninggal telah mencapai 170 orang.

Sebelumnya, Pemprov Jatim sempat mendengungkan rencana pemberian santunan senilai Rp 5 juta bagi setiap ahli waris. Itu dilakukan sebagai obat ganti kecewa karena batalnya rencana dari pusat.

Namun, kata Hery, harus ada peraturan resmi dulu dari pemerintah. Dengan begitu, dinsos bisa menyosialisasikannya ke calon penerima lewat kelurahan-kelurahan. ”Kan tidak bisa kami bertindak hanya atas dasar pemberitahuan lisan. Makanya nunggu aturannya dulu,” ungkap Hery. (tom/far)

PURWOREJO, Radar Bromo – Santunan kematian untuk ahli waris pasien yang meninggal karena Covid-19 tidak juga jelas. Hingga saat ini, Pemprov Jawa Timur belum mengeluarkan kebijakan resmi tentang rencana tersebut. Karena itu, pemerintah daerah juga tak bisa melangkah lebih jauh.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko mengatakan, dirinya belum berani mengusulkan keluarga pasien yang meninggal karena Covid-19 untuk dapat bantuan. Sebab, sejauh ini, belum ada kebijakan yang mengatur santunan kematian tersebut.

”Sepanjang belum ada juknis sebagai pedoman, kami tidak bisa mengusulkan,” jelasnya.

Apalagi, program serupa yang semula akan digulirkan pemerintah pusat ternyata juga batal. Padahal, pemkot sudah mengusulkan 47 pasien korban Covid-19 agar keluarganya bisa mendapat santunan pada 2020 lalu. Kini, total pasien meninggal telah mencapai 170 orang.

Sebelumnya, Pemprov Jatim sempat mendengungkan rencana pemberian santunan senilai Rp 5 juta bagi setiap ahli waris. Itu dilakukan sebagai obat ganti kecewa karena batalnya rencana dari pusat.

Namun, kata Hery, harus ada peraturan resmi dulu dari pemerintah. Dengan begitu, dinsos bisa menyosialisasikannya ke calon penerima lewat kelurahan-kelurahan. ”Kan tidak bisa kami bertindak hanya atas dasar pemberitahuan lisan. Makanya nunggu aturannya dulu,” ungkap Hery. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/