alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Survei SSC: Gus Ipul Kepala Daerah Terpopuler di Jatim

PASURUAN, Radar Bromo – Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menjadi kepala daerah terpopuler di Jawa Timur. Kesimpulan itu merupakan hasil riset yang dilakukan oleh lembaga riset Surabaya Survey Center (SSC) tentang Popularitas Bupati dan Wali Kota Se-Jatim.

Menurut survei tersebut, Gus Ipul –sapaan akrab Saifullah– menduduki peringkat pertama kepala daerah terpopuler di 38 kabupaten/kota. Angkanya bahkan mencapai 76,1 persen.

Direktur Riset SSC Edy Marzuki mengatakan, penelitian timnya berlangsung pada 1 hingga 10 Februari. Survei itu dilakukan di 38 kabupaten/kota di Jatim. “Kami menerjunkan tim ke lapangan untuk mengambil sampel,” katanya.

Jumlah sampel dari 38 kota/kabupaten itu mencapai 1.070 responden. Mereka dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. “Penentuan responden dari kalangan emak-emak dalam setiap kartu keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid,” tuturnya.

Hasilnya, tiga pimpinan daerah dipilih menjadi yang paling populer. Yang pertama, Gus Ipul dengan 76,1 persen. Kemudian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan perolehan 33,3 persen. ”Sementara Mas Dhito, bupati Kediri, memperoleh 11,9 persen,” paparnya.

Edy menjelaskan, untuk kepala daerah lainnya, seperti Hendy Siswanto dan Abdul Latif Amin Imron, memperoleh sama-sama 11,7 persen. Lalu, Badrut Tamam di angka 10,5 persen, Ahmad Muhdlor memperoleh 10,3 persen.

SETELAH PILWALI: Saifullah Yusuf saat dilantik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menjadi wali kota Pasuruan pada tahun 2020 lalu. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara, nama lain yang masuk 10 kepala daerah terpopuler ialah Thoriqul Haq dan Rini Syarifah. Keduanya mendapat 10,2 persen. Diikuti Sutiaji yang mendapatkan 10 persen.

”Kesepuluh kepala daerah itu harus tetap mengedepankan kinerja yang berkualitas agar tetap mendapat hati para emak-emak hingga pemilihan mendatang” kata Edy, yang juga dosen ilmu komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan itu. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menjadi kepala daerah terpopuler di Jawa Timur. Kesimpulan itu merupakan hasil riset yang dilakukan oleh lembaga riset Surabaya Survey Center (SSC) tentang Popularitas Bupati dan Wali Kota Se-Jatim.

Menurut survei tersebut, Gus Ipul –sapaan akrab Saifullah– menduduki peringkat pertama kepala daerah terpopuler di 38 kabupaten/kota. Angkanya bahkan mencapai 76,1 persen.

Direktur Riset SSC Edy Marzuki mengatakan, penelitian timnya berlangsung pada 1 hingga 10 Februari. Survei itu dilakukan di 38 kabupaten/kota di Jatim. “Kami menerjunkan tim ke lapangan untuk mengambil sampel,” katanya.

Jumlah sampel dari 38 kota/kabupaten itu mencapai 1.070 responden. Mereka dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. “Penentuan responden dari kalangan emak-emak dalam setiap kartu keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid,” tuturnya.

Hasilnya, tiga pimpinan daerah dipilih menjadi yang paling populer. Yang pertama, Gus Ipul dengan 76,1 persen. Kemudian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan perolehan 33,3 persen. ”Sementara Mas Dhito, bupati Kediri, memperoleh 11,9 persen,” paparnya.

Edy menjelaskan, untuk kepala daerah lainnya, seperti Hendy Siswanto dan Abdul Latif Amin Imron, memperoleh sama-sama 11,7 persen. Lalu, Badrut Tamam di angka 10,5 persen, Ahmad Muhdlor memperoleh 10,3 persen.

SETELAH PILWALI: Saifullah Yusuf saat dilantik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menjadi wali kota Pasuruan pada tahun 2020 lalu. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara, nama lain yang masuk 10 kepala daerah terpopuler ialah Thoriqul Haq dan Rini Syarifah. Keduanya mendapat 10,2 persen. Diikuti Sutiaji yang mendapatkan 10 persen.

”Kesepuluh kepala daerah itu harus tetap mengedepankan kinerja yang berkualitas agar tetap mendapat hati para emak-emak hingga pemilihan mendatang” kata Edy, yang juga dosen ilmu komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan itu. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/