alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kasus TBC di Kota Pasuruan Meningkat, 2020 Ada 456 Kasus Baru

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Kota Pasuruan masih cukup tinggi. Sepanjang tahun 2020 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat ada 456 penderita baru.

Namun tidak ada penderita TBC yang meninggal dunia atas penyakit paru-paru akibat kuman mycobacterium tuberculosis itu.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengungkapkan, temuan TBC di Kota Pasuruan sepanjang 2020 mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2019 lalu. Tahun 2019, tercatat ada sebanyak 278 penderita. Namun dalam dua tahun ini, tidak ada penderita TBC yang meninggal dunia.

“Sementara untuk tahun 2021, selama Januari, ada enam temuan penderita baru. Memang ada kenaikan temuan pada 2020 dibandingkan tahun 2019. Namun ini bagus untuk menemukan kasus sedini mungkin. Sehingga, terhindar dari komplikasi,” ungkap dr Shierly.

Ia menjelaskan, penyakit TBC dapat menyebar melalui udara serta orang yang daya tahan tubuhnya rendah. TBC dapat dikenali dengan sejumlah tanda.

Di antaranya, batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun 10 persen. Selanjutnya, sering berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas dan badan terasa lemah. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, daya tahan tubuh rendah, dan faktor lingkungan.

Penyakit ini dapat disembuhkan asalkan penderita berobat dengan teratur selama enam bulan. Pasalnya, jika penderita tidak teratur minum obat, maka tubuhnya bisa kebal dan penyembuhannya pun semakin lama.

Akibat yang lebih buruk, jika tidak minum obat, maka penyakit ini bisa berisiko pada kematian. “Dinkes sendiri selalu rutin melakukan sosialisasi untuk mendorong masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Serta, bagi penderita menggunakan masker agar bakterinya tidak menular ke orang lain. Semakin segera berobat, maka semakin baik,” jelas Shierly. (riz/mie)

 

Kasus TBC di Kota Pasuruan dari Tahun ke Tahun
2018: 246 penderita baru
2019: 278 penderita baru
2020: 456 penderita baru
2021: 6 penderita baru (Sepanjang Januari)
Sumber: Dinkes Kota Pasuruan

Mobile_AP_Rectangle 1

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Kota Pasuruan masih cukup tinggi. Sepanjang tahun 2020 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat ada 456 penderita baru.

Namun tidak ada penderita TBC yang meninggal dunia atas penyakit paru-paru akibat kuman mycobacterium tuberculosis itu.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengungkapkan, temuan TBC di Kota Pasuruan sepanjang 2020 mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2019 lalu. Tahun 2019, tercatat ada sebanyak 278 penderita. Namun dalam dua tahun ini, tidak ada penderita TBC yang meninggal dunia.

Mobile_AP_Half Page

“Sementara untuk tahun 2021, selama Januari, ada enam temuan penderita baru. Memang ada kenaikan temuan pada 2020 dibandingkan tahun 2019. Namun ini bagus untuk menemukan kasus sedini mungkin. Sehingga, terhindar dari komplikasi,” ungkap dr Shierly.

Ia menjelaskan, penyakit TBC dapat menyebar melalui udara serta orang yang daya tahan tubuhnya rendah. TBC dapat dikenali dengan sejumlah tanda.

Di antaranya, batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun 10 persen. Selanjutnya, sering berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas dan badan terasa lemah. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, daya tahan tubuh rendah, dan faktor lingkungan.

Penyakit ini dapat disembuhkan asalkan penderita berobat dengan teratur selama enam bulan. Pasalnya, jika penderita tidak teratur minum obat, maka tubuhnya bisa kebal dan penyembuhannya pun semakin lama.

Akibat yang lebih buruk, jika tidak minum obat, maka penyakit ini bisa berisiko pada kematian. “Dinkes sendiri selalu rutin melakukan sosialisasi untuk mendorong masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Serta, bagi penderita menggunakan masker agar bakterinya tidak menular ke orang lain. Semakin segera berobat, maka semakin baik,” jelas Shierly. (riz/mie)

 

Kasus TBC di Kota Pasuruan dari Tahun ke Tahun
2018: 246 penderita baru
2019: 278 penderita baru
2020: 456 penderita baru
2021: 6 penderita baru (Sepanjang Januari)
Sumber: Dinkes Kota Pasuruan

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2