Cadangan Logistik Makanan Kaleng Habis, Ini Upaya BPBD Kab Pasuruan

DAPUR UMUM: Suasana dapur umum yang didirikan saat bencana banjir terjadi di Gempol, beberapa waktu lalu. Saat ini stok bantuan logistik BPBD Kabupaten Pasuruan tengah kosong. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Musim hujan di Kabupaten Pasuruan sejauh ini belum berlalu. Bencana banjir masih berpotensi datang sewaktu-waktu. Namun, cadangan logistik berupa paket makanan kaleng, gizi, dan biskuit di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan sejauh ini sudah habis.

BPBD setempat pun kembali mengajukan bantuan logistik ke Pemprov Jatim dan Pusat. Pengajuannya, untuk cadangan logistik makanan instan yang sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dulbari, kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, sejauh ini bila ada bencana di wilayahnya seperti banjir, longsor, dan puting beliung, hanya mengandalkan dapur umum.

“Cadangan logistik untuk makanan instan seperi makanan kaleng, gizi, dan biskuit sudah habis sejak Januari lalu. Ini, lantaran sisa logistik sudah habis disalurkan di bencana awal tahun. Seperti banjir dan angin puting beliung,” terang Dulbari.

Jika ada bencana, maka BPBD Kabupaten Pasuruan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan PMI untuk pembuatan dapur umum. Selain itu, juga ada pemberian nasi bungkus dan mi instan termasuk air bersih ke lokasi bencana.

Untuk mengantisipasi kebutuan logistik makanan kaleng, BPBD sudah mengajukan ke pusat dan provinsi pertengahan Februari lalu. “Untuk pengajuan, kami usulkan 250 kardus. Tiap kadus rata-rata ada 10-12 paket makanan,” terangnya.

Kerena masih usulan, dari BPBD Kabupaten Pasuruan masih belum tahu kapan ada pemberian logistik dari pusat. Namun, harapanannya segera ada distribusi logistik ke daerah ini lantaran kondisi musim hujan cukup sering ada kebutuhan kedaruratan imbas bencana. (eka/mie)