alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Awal Tahun, Pencairan Bansos Sembako di Kota Pasuruan Dirapel 2 Bulan

PASURUAN, Radar Bromo – Setelah sempat tertunda, dana bantuan sosial program sembako akhirnya cair. Dana yang disalurkan kali ini dirapel.

Keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Pasuruan mendapatkan bantuan untuk dua bulan sekaligus. Yakni, untuk bulan Januari dan Februari 2020.

Hal itu dikarenakan penyaluran bantuan pada awal tahun lalu tertunda. “Bantuan memang baru cair bulan ini,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko.

Ia mengungkapkan, pencairan bantuan itu sempat terlambat lantaran ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Salah satunya program sembako yang merupakan pengembangan Kementerian Sosial RI dari program Bantuan Pangan Nontunai (BNPT).

Selain itu, kata Hery, ada kenaikan jumlah nilai bantuan yang diberikan. Semula bantuan senilai Rp 110 ribu kini menjadi Rp 150 ribu. “Ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan,” tutur Hery.

Dengan naiknya nilai bantuan, maka juga berdampak pada perluasan komoditas yang dibelanjakan. Selama ini bantuan diberikan secara natura. Berupa beras dan telur. Sedangkan dalam program sembako mulai tahun ini, komoditas bantuan juga mencakup kebutuhan karbohidrat, protein hewani, dan nabati.

“Karena itu kami juga harus menyosialisasikan kepada pihak e-warong sebagai agen penyalur supaya menyiapkan komoditas yang diperlukan,” jelas Hery.

Penyaluran bantuan itu sendiri dimulai sejak Kamis (20/2) dan berlangsung selama empat hari. Jumlah KPM saat ini lebih banyak ketimbang tahun lalu. Mencapai 8.509 KPM, sedangkan tahun lalu ada 7.778 KPM. (tom/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Setelah sempat tertunda, dana bantuan sosial program sembako akhirnya cair. Dana yang disalurkan kali ini dirapel.

Keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Pasuruan mendapatkan bantuan untuk dua bulan sekaligus. Yakni, untuk bulan Januari dan Februari 2020.

Hal itu dikarenakan penyaluran bantuan pada awal tahun lalu tertunda. “Bantuan memang baru cair bulan ini,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko.

Ia mengungkapkan, pencairan bantuan itu sempat terlambat lantaran ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Salah satunya program sembako yang merupakan pengembangan Kementerian Sosial RI dari program Bantuan Pangan Nontunai (BNPT).

Selain itu, kata Hery, ada kenaikan jumlah nilai bantuan yang diberikan. Semula bantuan senilai Rp 110 ribu kini menjadi Rp 150 ribu. “Ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan,” tutur Hery.

Dengan naiknya nilai bantuan, maka juga berdampak pada perluasan komoditas yang dibelanjakan. Selama ini bantuan diberikan secara natura. Berupa beras dan telur. Sedangkan dalam program sembako mulai tahun ini, komoditas bantuan juga mencakup kebutuhan karbohidrat, protein hewani, dan nabati.

“Karena itu kami juga harus menyosialisasikan kepada pihak e-warong sebagai agen penyalur supaya menyiapkan komoditas yang diperlukan,” jelas Hery.

Penyaluran bantuan itu sendiri dimulai sejak Kamis (20/2) dan berlangsung selama empat hari. Jumlah KPM saat ini lebih banyak ketimbang tahun lalu. Mencapai 8.509 KPM, sedangkan tahun lalu ada 7.778 KPM. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/