alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Proyek Rehab Dua Pasar Desa di Kab Pasuruan Tunggu APBDes 2022

BANGIL, Radar Bromo – Pembangunan dua pasar desa bakal menggunakan sisa anggaran pada 2021. Dananya baru cair pada Desember 2021. Karena itu, pembangunan baru direalisasikan setelah APBDes 2022 selesai.

Kepala Bidang Bina Keuangan dan Pelayanan DPMD Kabupaten Pasuruan Isminasih mengungkapkan, dua pasar desa yang dimaksud itu adalah Pasar Desa Bulusari dan Pasar Desa Raci. Keduanya disiapi anggaran ratusan juta untuk peningkatan sarana penunjang.

Pembangunan infrastruktur di kedua pasar desa tersebut sebenarnya direncanakan terealisasi pada 2021. Hanya, pencairan dana baru bisa direalisasikan Desember 2021. Sehingga tidak mungkin dibangun saat itu juga. ”Akhirnya ditunda. Tahun ini akan direalisasikan,” bebernya.

Pembangunan sarana dan prasarana pasar tersebut baru bisa dilakukan setelah APBDes 2022. Saat ini, penyusunan APBDes sedang berjalan. ”Setelah APBDes rampung, baru bisa dikerjakan,” tambahnya.

Isminasih menyebutkan, pada 2021, pemkab menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk pembangunan pasar desa di Kabupaten Pasuruan. Dana itu direncanakan untuk membenahi 26 pasar desa. Tapi, 23 yang diselesaikan. Dua di antaranya gagal dan harus ditunda. Adapun satu pasar desa lain di Wedoro, Kecamatan Pandaan, tidak bisa dibangun karena ternyata lahannya masih disewa. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Pembangunan dua pasar desa bakal menggunakan sisa anggaran pada 2021. Dananya baru cair pada Desember 2021. Karena itu, pembangunan baru direalisasikan setelah APBDes 2022 selesai.

Kepala Bidang Bina Keuangan dan Pelayanan DPMD Kabupaten Pasuruan Isminasih mengungkapkan, dua pasar desa yang dimaksud itu adalah Pasar Desa Bulusari dan Pasar Desa Raci. Keduanya disiapi anggaran ratusan juta untuk peningkatan sarana penunjang.

Pembangunan infrastruktur di kedua pasar desa tersebut sebenarnya direncanakan terealisasi pada 2021. Hanya, pencairan dana baru bisa direalisasikan Desember 2021. Sehingga tidak mungkin dibangun saat itu juga. ”Akhirnya ditunda. Tahun ini akan direalisasikan,” bebernya.

Pembangunan sarana dan prasarana pasar tersebut baru bisa dilakukan setelah APBDes 2022. Saat ini, penyusunan APBDes sedang berjalan. ”Setelah APBDes rampung, baru bisa dikerjakan,” tambahnya.

Isminasih menyebutkan, pada 2021, pemkab menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk pembangunan pasar desa di Kabupaten Pasuruan. Dana itu direncanakan untuk membenahi 26 pasar desa. Tapi, 23 yang diselesaikan. Dua di antaranya gagal dan harus ditunda. Adapun satu pasar desa lain di Wedoro, Kecamatan Pandaan, tidak bisa dibangun karena ternyata lahannya masih disewa. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/