alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Penutupan Taman–RTH di Kota Pasuruan Diperpanjang

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kebijakan pusat yang memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, ikut direspons Pemkot Pasuruan. Pembatasan dan penutupan taman bakal diperpanjang. Namun kebijakan ini akan tetap dievaluasi.

Kepala Diskominfo Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, Kota Pasuruan akan mengikuti kebijakan dari Pemerintah Pusat. Namun dengan modifikasi yang sesuai dengan kondisi Kota Pasuruan. Pembatasan yang dilaksanakan tidak berbeda dengan yang sudah dilakukan selama dua minggu terakhir dan hal ini akan selalu dievaluasi.

“Tetap akan kami evaluasi. Tapi dengan dilanjutkannya PPKM oleh Pusat, kemungkinannya masih sama untuk Kota Pasuruan. Kami mengikuti kebijakan tentu dengan mengikuti kondisi yang ada,” ujarnya.

Semua Taman di Kota Pasuruan Ditutup untuk Batasi Kegiatan Masyarakat

Kokoh menjelaskan, adanya kebijakan ini membuat pembatasan jam malam bagi masyarakat akan diperpanjang hingga 8 Februari. Pemilik kafe ataupun tempat usaha, harus menutup dagangannya pada pukul 20.00. Termasuk kegiatan yang memicu kerumunan harus berakhir pada pukul 20.00.

Begitu pula penutupan di seluruh taman juga diperpanjang. Sehingga, masyarakat tidak diperkenankan memasuki areal taman selama 24 jam penuh. Untuk memastikan taman tetap steril, Pemkot sudah menyiagakan petugas di setiap taman.

Mereka akan menjaga dan menghalau jika ada warga yang tetap nekat ingin masuk areal taman. Diharapkan kebijakan ini bisa dipatuhi oleh masyarakat. “Kami minta masyarakat disiplin dan mematuhi kebijakan yang ada. Termasuk memakai masker dan menjauhi kegiatan yang memicu kerumunan. Apalagi tingkat kematian atau fatality rate untuk Covid-19 masih tinggi di kisaran 11 persen,” ujar Kokoh. (riz/rud)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kebijakan pusat yang memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, ikut direspons Pemkot Pasuruan. Pembatasan dan penutupan taman bakal diperpanjang. Namun kebijakan ini akan tetap dievaluasi.

Kepala Diskominfo Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, Kota Pasuruan akan mengikuti kebijakan dari Pemerintah Pusat. Namun dengan modifikasi yang sesuai dengan kondisi Kota Pasuruan. Pembatasan yang dilaksanakan tidak berbeda dengan yang sudah dilakukan selama dua minggu terakhir dan hal ini akan selalu dievaluasi.

“Tetap akan kami evaluasi. Tapi dengan dilanjutkannya PPKM oleh Pusat, kemungkinannya masih sama untuk Kota Pasuruan. Kami mengikuti kebijakan tentu dengan mengikuti kondisi yang ada,” ujarnya.

Semua Taman di Kota Pasuruan Ditutup untuk Batasi Kegiatan Masyarakat

Kokoh menjelaskan, adanya kebijakan ini membuat pembatasan jam malam bagi masyarakat akan diperpanjang hingga 8 Februari. Pemilik kafe ataupun tempat usaha, harus menutup dagangannya pada pukul 20.00. Termasuk kegiatan yang memicu kerumunan harus berakhir pada pukul 20.00.

Begitu pula penutupan di seluruh taman juga diperpanjang. Sehingga, masyarakat tidak diperkenankan memasuki areal taman selama 24 jam penuh. Untuk memastikan taman tetap steril, Pemkot sudah menyiagakan petugas di setiap taman.

Mereka akan menjaga dan menghalau jika ada warga yang tetap nekat ingin masuk areal taman. Diharapkan kebijakan ini bisa dipatuhi oleh masyarakat. “Kami minta masyarakat disiplin dan mematuhi kebijakan yang ada. Termasuk memakai masker dan menjauhi kegiatan yang memicu kerumunan. Apalagi tingkat kematian atau fatality rate untuk Covid-19 masih tinggi di kisaran 11 persen,” ujar Kokoh. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/