alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Jembatan di Lumbang Rusak usai Diterjang Arus

LUMBANG, Radar Bromo – Arus deras yang turun di Sungai Lumbang pada Minggu sore lalu (22/11) membuat 2 jembatan di Desa Bulukandang, Kecamatan Lumbang rusak tergerus. Selain penyangga yang tergerus, bagian bawah jembatan di Curah Garuh 2 tertutup bebatuan.

Rusaknya 2 jembatan di Desa Bulukandang ini terjadi Minggu (22/11) sore lalu lantaran tingginya debit air yang turun di Sungai Lumbang. Arus air yang turun ini juga membawa material batu-batuan, kayu dan tanah.

“Arus ini juga membawa banyak material seperti batu, kayu dan tanah,” ujar Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati.

Dua jembatan yang rusak tergerus arus adalah di Curah Garuh 1 dan Curah Garuh 2. Untuk jembatan Curah Garuh 1 yang ukurannya lebih besar, plengsengan penyangga jembatan setinggi 2,5 meter tergerus sebagian. Sedangkan di jembatan kedua di Curah Garuh 2, kondisi pengaman atau pagar jembatan ikut tergerus arus dan bagian bawah jembatan tertutup bebatuan.

Tecto mengatakan, arus deras terjadi usai hujan deras yang turun, membawa material bebatuan. Akibatnya arus air naik ke atas jembatan. Dan mengakibatkan jembatan kecil pagarnya tergerus.Termasuk juga pipa air yang belum mengalir karena masih kering juga ikut jebol.

Kemudian di jembatan besar, bagian penyangga tengah juga tergerus sebagian. “Namun kedua jembatan masih berdiri, dan masih bisa dilewati tapi khusus roda dua dan pejalan kaki amannya,” terangnya.

Lokasi jembatan tersendiri biasanya dilewati warga untuk menuju ke ladang atau hutan wilayah Perhutani. Namun rusaknya 2 jembatan tersebut tidak mengganggu aktivitas warga atau petani sekitar.

Akibat aliran di bawah jembatan tertutup material batu besar. Khawatir ada banjir susulan lagi. Sehingga upaya BPBD kemarin sudah bersama tim teknis, Desa dan Kecamatan untuk melakukan upaya kerja bakti melancarkan arus sungai.

“Tadi (kemarin) sudah survei dengan tim teknis bersama pemerintah desa dan kecamatan untuk mendata dan melaporkan ke Bupati. Namun untuk perbaikan tetap berkoordinasi dengan Perhutani yang bukan kewenangan kami,” terangnya.

Selain itu juga meminta pemerintahan desa agar membuat imbauan agar roda empat sementara tidak lewat ke jembatan demi keamanan.

Selain 2 jembatan yang rusak juga dilaporkan ada 1 warga yang sempat terseret arus air di sekitar jembatan tersebut. Dilaporkan Karsiah, 70, warga Cikunini, Desa Bulukandang yang terseret arus diduga saat akan pulang dari ladang.

“Warga ini sempat terseret arus sekitar 50 meter dan berhasil diselamatkan warga. Karena pegangan bambu, korban selamat,” terang Iptu Nanang Abidin, Kapolsek Lumbang.

Kendati 2 jembatan rusak namun saat ini tidak mengganggu aktivitas warga. Sebab kedua jembatan masih sama-sama bisa dilewati kendati hanya untuk pejalan kaki dan roda dua. (eka/fun)

LUMBANG, Radar Bromo – Arus deras yang turun di Sungai Lumbang pada Minggu sore lalu (22/11) membuat 2 jembatan di Desa Bulukandang, Kecamatan Lumbang rusak tergerus. Selain penyangga yang tergerus, bagian bawah jembatan di Curah Garuh 2 tertutup bebatuan.

Rusaknya 2 jembatan di Desa Bulukandang ini terjadi Minggu (22/11) sore lalu lantaran tingginya debit air yang turun di Sungai Lumbang. Arus air yang turun ini juga membawa material batu-batuan, kayu dan tanah.

“Arus ini juga membawa banyak material seperti batu, kayu dan tanah,” ujar Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati.

Dua jembatan yang rusak tergerus arus adalah di Curah Garuh 1 dan Curah Garuh 2. Untuk jembatan Curah Garuh 1 yang ukurannya lebih besar, plengsengan penyangga jembatan setinggi 2,5 meter tergerus sebagian. Sedangkan di jembatan kedua di Curah Garuh 2, kondisi pengaman atau pagar jembatan ikut tergerus arus dan bagian bawah jembatan tertutup bebatuan.

Tecto mengatakan, arus deras terjadi usai hujan deras yang turun, membawa material bebatuan. Akibatnya arus air naik ke atas jembatan. Dan mengakibatkan jembatan kecil pagarnya tergerus.Termasuk juga pipa air yang belum mengalir karena masih kering juga ikut jebol.

Kemudian di jembatan besar, bagian penyangga tengah juga tergerus sebagian. “Namun kedua jembatan masih berdiri, dan masih bisa dilewati tapi khusus roda dua dan pejalan kaki amannya,” terangnya.

Lokasi jembatan tersendiri biasanya dilewati warga untuk menuju ke ladang atau hutan wilayah Perhutani. Namun rusaknya 2 jembatan tersebut tidak mengganggu aktivitas warga atau petani sekitar.

Akibat aliran di bawah jembatan tertutup material batu besar. Khawatir ada banjir susulan lagi. Sehingga upaya BPBD kemarin sudah bersama tim teknis, Desa dan Kecamatan untuk melakukan upaya kerja bakti melancarkan arus sungai.

“Tadi (kemarin) sudah survei dengan tim teknis bersama pemerintah desa dan kecamatan untuk mendata dan melaporkan ke Bupati. Namun untuk perbaikan tetap berkoordinasi dengan Perhutani yang bukan kewenangan kami,” terangnya.

Selain itu juga meminta pemerintahan desa agar membuat imbauan agar roda empat sementara tidak lewat ke jembatan demi keamanan.

Selain 2 jembatan yang rusak juga dilaporkan ada 1 warga yang sempat terseret arus air di sekitar jembatan tersebut. Dilaporkan Karsiah, 70, warga Cikunini, Desa Bulukandang yang terseret arus diduga saat akan pulang dari ladang.

“Warga ini sempat terseret arus sekitar 50 meter dan berhasil diselamatkan warga. Karena pegangan bambu, korban selamat,” terang Iptu Nanang Abidin, Kapolsek Lumbang.

Kendati 2 jembatan rusak namun saat ini tidak mengganggu aktivitas warga. Sebab kedua jembatan masih sama-sama bisa dilewati kendati hanya untuk pejalan kaki dan roda dua. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/