alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Gus Ipul Dorong Pencak Kuntu Mancilan Jadi Ikon Kota Pasuruan

PURWOREJO, Radar Bromo – Sejumlah pendekar dari Perguruan Pencak Silat Kuntu Mancilan membuka kegiatan kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 1, Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo, Rabu (21/10). Para pendekar melakukan berbagai atraksi yang mencengangkan, sekaligus memukau. Mulai dari pertarungan, penampilan kekuatan dan kekebalan tubuh.

Calon Wali Kota nomor urut 1, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat Mancilan, Kelurahan/ Kecamatan Purworejo malam itu.

Dalam kesempatan itu pula, Gus Ipul dinobatkan sebagai warga kehormatan Mancilan. Hal itu ditandai dengan penyerahan pedang oleh Wakil Ketua Perguruan Kuntu Mancilan sekaligus Ketua IPSI Kota Pasuruan Muhammad Haris kepada Gus Ipul.

Kuntu Mancilan sendiri sudah melegenda di Kota Pasuruan. Bahkan, padepokannya sudah berdiri sejak zaman penjajahan. Para pendekarnya konon juga ikut dalam peperangan.

Sayang, eksistensi perguruan pencak silat itu seolah tergerus zaman. Gus Ipul mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Dia menyebut, Kuntu Mancilan merupakan potensi kota yang seharusnya tetap dilestarikan.

Karena itu, peranan pemerintah menjadi penting untuk menjaga eksistensi perguruan pencak silat itu. “Kuntu Mancilan ini sebuah warisan budaya yang luar biasa. Mereka terus berusaha tetap eksis dan berkembang, tapi berjuang sendiri. Saya prihatin karena selama ini terkesan dibiarkan, tidak ada perhatian,” ungkap Gus Ipul usai berkampanye.

Dia memastikan, apabila mendapat amanah memimpin Kota Pasuruan bersama Mas Adi, akan melestarikan pencak silat Kuntu Mancilan. Apalagi, padepokan Kuntu Mancilan sudah melahirkan banyak pendekar yang hebat dalam hal keilmuan bela diri.

Salah satu strategi yang akan digencarkan yakni dengan promosi besar-besaran untuk menjaga eksistensi Kuntu Mancilan.

“Ini bisa jadi ikon Kota Pasuruan. Mereka harus diberi ruang dan kesempatan. Setidaknya dalam acara-acara pemerintahan, nanti akan dibuka dengan penampilan para pendekar Kuntu Mancilan,” jelas Gus Ipul.

Selain menjaga eksistensi, kata Gus Ipul, Kuntu Mancilan juga harus diberikan wadah untuk menorehkan prestasi. Dengan begitu, juga bisa mengharumkan nama Kota Pasuruan melalui berbagai perhelatan.

“Yang terpenting, pencak silat ini bukan sekadar olahraga. Tapi ada nilai-nilai seni, ada nuansa keindahannya, sekaligus spirit perjuangan. Kami ingin aset berharga ini tidak sampai hilang tertelan zaman,” jelasnya. (tom/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR