alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Sinkronisasi Program Antar OPD untuk Rancang Smart City

PASURUAN, Radar Bromo– Kota Pasuruan terus berpacu mengejar ketertinggalan dengan daerah lain. Pembangunan kota pintar atau smart city diharapkan bisa mendorong kemajuan kota secara lebih pesat. Untuk mengawalinya, Pemkot Pasuruan kini mulai merancang rencana induk atau master plan untuk pembangunan smart city.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan pembangunan smart city itu akan melibatkan semua perangkat daerah. Lantaran itu, dia meminta seluruh jajarannya agar kompak dalam menyusun dokumen perencanaan. Keterlibatan semua perangkat daerah disebutnya berperan penting meski pembangunan smart city itu menjadi leading sector Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik.

“Saya harapkan semua saling bekerjasama, sehingga ada sinkronisasi program antar perangkat daerah. Kota Pasuruan harus bisa berpacu cepat dengan daerah lain,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada enam poin utama dalam membangun smart city. Meliputi smart government, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environtment. Karena itu, pemkot memulainya dengan mewujudkan smart government. Salah satunya dengan menyediakan aplikasi e-sambat yang menjadi wadah pengaduan masyarakat terhadap pelayanan publik di lingkungan pemkot.

“Tentunya juga dibarengi dengan pelayanan yang baik, cepat, dan efisien dengan menciptakan layanan yang adaptif sesuai teknologi dan berbasis data,” bebernya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat berharap, semua perangkat daerah dan instansi membantu mewujudkan program tersebut. Karena dibutuhkan banyak data dari perangkat daerah lain untuk dijadikan bahan referensi.

“Sekarang sudah mulai dilakukan penyusunan master plan untuk mewujudkan smart city,” kata Kokoh.

Dia mengatakan, master plan itu ditargetkan bisa rampung disusun tahun ini. Sehingga pada tahun berikutnya bisa dilanjutkan dengan pembangunan smart city di setiap perangkat daerah.

“Untuk percepatannya nanti dilakukan Insyaallah pada tahun 2022 di masing-masing perangkat daerah,” pungkasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo– Kota Pasuruan terus berpacu mengejar ketertinggalan dengan daerah lain. Pembangunan kota pintar atau smart city diharapkan bisa mendorong kemajuan kota secara lebih pesat. Untuk mengawalinya, Pemkot Pasuruan kini mulai merancang rencana induk atau master plan untuk pembangunan smart city.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan pembangunan smart city itu akan melibatkan semua perangkat daerah. Lantaran itu, dia meminta seluruh jajarannya agar kompak dalam menyusun dokumen perencanaan. Keterlibatan semua perangkat daerah disebutnya berperan penting meski pembangunan smart city itu menjadi leading sector Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik.

“Saya harapkan semua saling bekerjasama, sehingga ada sinkronisasi program antar perangkat daerah. Kota Pasuruan harus bisa berpacu cepat dengan daerah lain,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada enam poin utama dalam membangun smart city. Meliputi smart government, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environtment. Karena itu, pemkot memulainya dengan mewujudkan smart government. Salah satunya dengan menyediakan aplikasi e-sambat yang menjadi wadah pengaduan masyarakat terhadap pelayanan publik di lingkungan pemkot.

“Tentunya juga dibarengi dengan pelayanan yang baik, cepat, dan efisien dengan menciptakan layanan yang adaptif sesuai teknologi dan berbasis data,” bebernya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat berharap, semua perangkat daerah dan instansi membantu mewujudkan program tersebut. Karena dibutuhkan banyak data dari perangkat daerah lain untuk dijadikan bahan referensi.

“Sekarang sudah mulai dilakukan penyusunan master plan untuk mewujudkan smart city,” kata Kokoh.

Dia mengatakan, master plan itu ditargetkan bisa rampung disusun tahun ini. Sehingga pada tahun berikutnya bisa dilanjutkan dengan pembangunan smart city di setiap perangkat daerah.

“Untuk percepatannya nanti dilakukan Insyaallah pada tahun 2022 di masing-masing perangkat daerah,” pungkasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU