alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Pemkab Pasuruan Jamin Nasib Anak-Anak Terdampak Covid-19

PASURUAN, Radar Bromo – Anak-anak malang yang terdampak Covid-19 bakal mendapat jaminan. Pemkab Pasuruan memastikan pendidikan mereka dijamin dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Pasuruan Tutik Rahayati menyebutkan, sejauh ini, tercatat ada 187 anak korban Covid-19. Orang tua mereka meninggal karena Covid-19. Padahal, anak-anak itu masih di bawah umur. Belum 18 tahun.

Menurut Tutik, skema pemberian bantuan. Bantuan pendidikan, misalnya, diberikan oleh dinas terkait yang membidangi. Mulai tahun depan, anak yang masuk kategori miskin diberi KIP. Pemkab memastikan anak-anak itu tidak sampai putus sekolah.

”Sekolahnya tentu kami support. Kami pastikan tidak sampai putus sekolah,” ujarnya.

Selain bantuan untuk kelanjutan pendidikan, anak-anak korban Covid-19 itu bakal dikucuri bantuan berupa jaring pengaman sosial (JPS). Juga bantuan sosial tunai (BST). Yang belum memiliki jaminan kesehatan dibuatkan kartu BPJS.

”Kami sangat memperhatikan. Karena mereka ini kan kena musibah. Ada yang yatim. Ada yang piatu, bahkan yatim piatu,” ungkapnya.

Tutik berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat. Sehingga bisa meringankan beban anak-anak tersebut. Yang belum tercatat masih akan didata. Pendataan terus berlangsung agar tidak sampai ada anak-anak yang terlewatkan.

”Tentu pendataan terus berjalan. Semoga pandemi berakhir ya,” katanya. (sid/far)

 

PASURUAN, Radar Bromo – Anak-anak malang yang terdampak Covid-19 bakal mendapat jaminan. Pemkab Pasuruan memastikan pendidikan mereka dijamin dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Pasuruan Tutik Rahayati menyebutkan, sejauh ini, tercatat ada 187 anak korban Covid-19. Orang tua mereka meninggal karena Covid-19. Padahal, anak-anak itu masih di bawah umur. Belum 18 tahun.

Menurut Tutik, skema pemberian bantuan. Bantuan pendidikan, misalnya, diberikan oleh dinas terkait yang membidangi. Mulai tahun depan, anak yang masuk kategori miskin diberi KIP. Pemkab memastikan anak-anak itu tidak sampai putus sekolah.

”Sekolahnya tentu kami support. Kami pastikan tidak sampai putus sekolah,” ujarnya.

Selain bantuan untuk kelanjutan pendidikan, anak-anak korban Covid-19 itu bakal dikucuri bantuan berupa jaring pengaman sosial (JPS). Juga bantuan sosial tunai (BST). Yang belum memiliki jaminan kesehatan dibuatkan kartu BPJS.

”Kami sangat memperhatikan. Karena mereka ini kan kena musibah. Ada yang yatim. Ada yang piatu, bahkan yatim piatu,” ungkapnya.

Tutik berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat. Sehingga bisa meringankan beban anak-anak tersebut. Yang belum tercatat masih akan didata. Pendataan terus berlangsung agar tidak sampai ada anak-anak yang terlewatkan.

”Tentu pendataan terus berjalan. Semoga pandemi berakhir ya,” katanya. (sid/far)

 

MOST READ

BERITA TERBARU