alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Lahan untuk Lapas Baru Pasuruan Ditarget Tuntas Tahun Ini

PASURUAN, Radar Bromo– Rencana pemerintah membangun gedung lembaga pemasyarakatan (lapas) baru di Kota Pasuruan, mulai dimatangkan. Pemkot Pasuruan juga menyiapkan kebutuhan lahannya. Bahkan, lahan di Kecamatan Bugul Kidul itu telah dihibahkan ke Pemerintah Pusat.

Lahan seluas sekitar 5 hektare di Kelurahan Tapaan, itu kini terus disiapkan. Terutama berkaitan dengan administrasinya. Tahap administrasi itu ditargetkan rampung tahun ini. Dengan begitu, bisa segera dilanjutkan ke tahap pembangunan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Kuswanto mengatakan, pembangunan gedung lapas akan ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat. Baik dari segi anggaran maupun pelaksanaannya.

Ia memperkirakan, setelah persiapan administrasi tuntas, pembangunan bisa dilakukan tahun depan. Menurutnya, pembangunan tidak bisa diselesaikan hanya dalam setahun anggaran. “Karena bangunan lapas lebih spesifik. Beda dengan gedung perkantoran umumnya,” ujar Yhoga.

Di samping itu, gedung yang akan dibangun juga tidak sekadar menjadi tempat pemidanaan orang yang sedang berhadapan dengan hukum. Melainkan diintegrasikan dengan panti rehabilitasi dan pesantren, sebagai upaya pembinaan kepada mereka yang menjalani hukuman. “Kemungkinan tahun depan dimulai dengan pematangan lahan dulu,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan lapas terintegrasi itu, bisa selesai sesuai harapan. Sehingga fungsi pemasyarakatan bisa lebih maksimal. Mengingat, saat ini hampir semua lapas over kapasitas. Termasuk di Lapas Kelas IIB Pasuruan. “Harapan kami bisa selesai dalam tiga tahun,” bebernya.

Diketahui, lapas terintegrasi menjadi salah satu solusi memasyarakatkan warga binaan melalui pembinaan yang terencana. Sebab, over kapasitas yang terjadi di lapas maupun rutan selama ini menjadi persoalan klasik. Belum lagi banyaknya warga binaan itu juga berdampak terhadap membengkaknya pengeluaran negara. Misalnya, untuk menjamin ketersediaan makanan dan kesehatan warga binaan. (tom/rud)

PASURUAN, Radar Bromo– Rencana pemerintah membangun gedung lembaga pemasyarakatan (lapas) baru di Kota Pasuruan, mulai dimatangkan. Pemkot Pasuruan juga menyiapkan kebutuhan lahannya. Bahkan, lahan di Kecamatan Bugul Kidul itu telah dihibahkan ke Pemerintah Pusat.

Lahan seluas sekitar 5 hektare di Kelurahan Tapaan, itu kini terus disiapkan. Terutama berkaitan dengan administrasinya. Tahap administrasi itu ditargetkan rampung tahun ini. Dengan begitu, bisa segera dilanjutkan ke tahap pembangunan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Kuswanto mengatakan, pembangunan gedung lapas akan ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat. Baik dari segi anggaran maupun pelaksanaannya.

Ia memperkirakan, setelah persiapan administrasi tuntas, pembangunan bisa dilakukan tahun depan. Menurutnya, pembangunan tidak bisa diselesaikan hanya dalam setahun anggaran. “Karena bangunan lapas lebih spesifik. Beda dengan gedung perkantoran umumnya,” ujar Yhoga.

Di samping itu, gedung yang akan dibangun juga tidak sekadar menjadi tempat pemidanaan orang yang sedang berhadapan dengan hukum. Melainkan diintegrasikan dengan panti rehabilitasi dan pesantren, sebagai upaya pembinaan kepada mereka yang menjalani hukuman. “Kemungkinan tahun depan dimulai dengan pematangan lahan dulu,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan lapas terintegrasi itu, bisa selesai sesuai harapan. Sehingga fungsi pemasyarakatan bisa lebih maksimal. Mengingat, saat ini hampir semua lapas over kapasitas. Termasuk di Lapas Kelas IIB Pasuruan. “Harapan kami bisa selesai dalam tiga tahun,” bebernya.

Diketahui, lapas terintegrasi menjadi salah satu solusi memasyarakatkan warga binaan melalui pembinaan yang terencana. Sebab, over kapasitas yang terjadi di lapas maupun rutan selama ini menjadi persoalan klasik. Belum lagi banyaknya warga binaan itu juga berdampak terhadap membengkaknya pengeluaran negara. Misalnya, untuk menjamin ketersediaan makanan dan kesehatan warga binaan. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU