alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Warga Tengger 11 Desa di Tosari Rayakan Hari Raya Karo

TOSARI, Radar Bromo – Perayaan Hari Raya Karo menjadi momentum sakral bagi warga Suku Tengger, Tosari, untuk berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Perayaan tidak digelar secara masal, tetapi digilir per desa. Bergantian.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pembukaan Karo dilakukan di pendapa Desa/Kecamatan Tosari sekitar pukul 08.00. Tarian Sodoran tidak dilakukan sekaligus oleh seluruh warga desa, tetapi digilir per desa. Tujuannya, mencegah kerumunan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Camat Tosari Edy Priyanto menjelaskan, perayaan pembukaan Karo diatur bergiliran. Tidak serentak seperti sebelumnya. Warga berkumpul di setiap desa dan menunggu giliran masing-masing. Mereka dikabari lewat telepon. Desa Tosari lebih dulu. Menyusul desa-desa lain.

”Ada sebelas desa yang ikut dalam perayaan ini. Dua dari Kecamatan Tutur. Satu dari Kecamatan Puspo,” katanya.

Perayaan Karo tahun ini juga diwarnai kado khusus. Sebab, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menetapkan Tari Sodoran sebagai warisan budaya tak benda. Penetapan itu menjadi hadiah perayaan HUT Ke-76 RI bagi warga Tengger.

”Kami sangat bersyukur,” ucap Priyanto.

Tokoh Suku Tengger Mujiantoro berpendapat, penetapan Tari Sodoran sebagai warisan budaya tak benda menjadi pengakuan tersendiri bagi warga Tengger. “Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintan Republik Indonesia,” katanya. (sid/far)

TOSARI, Radar Bromo – Perayaan Hari Raya Karo menjadi momentum sakral bagi warga Suku Tengger, Tosari, untuk berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Perayaan tidak digelar secara masal, tetapi digilir per desa. Bergantian.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pembukaan Karo dilakukan di pendapa Desa/Kecamatan Tosari sekitar pukul 08.00. Tarian Sodoran tidak dilakukan sekaligus oleh seluruh warga desa, tetapi digilir per desa. Tujuannya, mencegah kerumunan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Camat Tosari Edy Priyanto menjelaskan, perayaan pembukaan Karo diatur bergiliran. Tidak serentak seperti sebelumnya. Warga berkumpul di setiap desa dan menunggu giliran masing-masing. Mereka dikabari lewat telepon. Desa Tosari lebih dulu. Menyusul desa-desa lain.

”Ada sebelas desa yang ikut dalam perayaan ini. Dua dari Kecamatan Tutur. Satu dari Kecamatan Puspo,” katanya.

Perayaan Karo tahun ini juga diwarnai kado khusus. Sebab, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menetapkan Tari Sodoran sebagai warisan budaya tak benda. Penetapan itu menjadi hadiah perayaan HUT Ke-76 RI bagi warga Tengger.

”Kami sangat bersyukur,” ucap Priyanto.

Tokoh Suku Tengger Mujiantoro berpendapat, penetapan Tari Sodoran sebagai warisan budaya tak benda menjadi pengakuan tersendiri bagi warga Tengger. “Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintan Republik Indonesia,” katanya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/