alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Awas, Bekas Galian Jargas di Jalanan Membahayakan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Bekas galian pemasangan jaringan gas (jargas) di Kota Pasuruan yang ditutup dengan urukan tanah mendapat atensi dari Satlantas Polres Pasuruan Kota. Sejumlah bekas galian dinilai membahayakan bagi pengguna jalan.

Kemarin (23/8), Satlantas Polres Pasuruan Kota pun survei bekas galian yang sudah ditutup. Hasilnya, beberapa galian dinilai membahayakan, karena ditutup dengan batu dan tanah dengan tinggi yang tidak rata dengan aspal jalan.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo mengungkapkan, beberapa bekas galian jargas sangat membahayakan. Misalnya di Jalan Sunan Ampel. Di lokasi ini, pihaknya melihat beberapa titik yang urukan tanahnya lebih rendah dan ada yang lebih tinggi.

Hal serupa terpantau pada bekas galian jargas di Jalan Sultan Agung, Jalan Wahidin, dan Jalan Panglima Sudirman. Bahkan, ada yang juga ditutup dengan batu dan kerikil.

Padahal, musim hujan akan segera tiba. Saat musim hujan, kondisi seperti ini bisa lebih berbahaya bagi pengguna jalan. Sebab, urukan bisa tidak terlihat karena terendam air hujan.

“Apalagi kita tahu Jalan Pati Unus sering terendam saat hujan. Nah, kalau pengguna jalan tidak hati-hati kan bisa bahaya. Kalau jalanan terendam, bekas galian ini tidak akan terlihat,” ungkapnya.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Bekas galian pemasangan jaringan gas (jargas) di Kota Pasuruan yang ditutup dengan urukan tanah mendapat atensi dari Satlantas Polres Pasuruan Kota. Sejumlah bekas galian dinilai membahayakan bagi pengguna jalan.

Kemarin (23/8), Satlantas Polres Pasuruan Kota pun survei bekas galian yang sudah ditutup. Hasilnya, beberapa galian dinilai membahayakan, karena ditutup dengan batu dan tanah dengan tinggi yang tidak rata dengan aspal jalan.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo mengungkapkan, beberapa bekas galian jargas sangat membahayakan. Misalnya di Jalan Sunan Ampel. Di lokasi ini, pihaknya melihat beberapa titik yang urukan tanahnya lebih rendah dan ada yang lebih tinggi.

Hal serupa terpantau pada bekas galian jargas di Jalan Sultan Agung, Jalan Wahidin, dan Jalan Panglima Sudirman. Bahkan, ada yang juga ditutup dengan batu dan kerikil.

Padahal, musim hujan akan segera tiba. Saat musim hujan, kondisi seperti ini bisa lebih berbahaya bagi pengguna jalan. Sebab, urukan bisa tidak terlihat karena terendam air hujan.

“Apalagi kita tahu Jalan Pati Unus sering terendam saat hujan. Nah, kalau pengguna jalan tidak hati-hati kan bisa bahaya. Kalau jalanan terendam, bekas galian ini tidak akan terlihat,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/