alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Long Weekend, Penumpang KA Melonjak

PASURUAN, Radar Bromo Long weekend tahun baru Islam membuat sejumlah kereta api yang melintas di wilayah Daop IX Jember mengalami lonjakan penumpang. Dalam sehari, Daop IX mencatat ada lebih dari seribu penumpang yang menggunakan kereta api (KA) di wilayahnya.

Manajer Humas Daop 9 Jember Mahendro Bawono mengungkapkan, dari catatan Daop, selama libur panjang ini masyarakat yang menggunakan moda KA meningkat drastis. Per hari rata-rata jumlah penumpang lebih dari seribu.

Pada 19 Agustus, diketahui pengguna KA sebanyak 1.717 penumpang; pada 20 Agustus sebanyak 1.838 penumpang; pada 21 Agustus sebanyak 1.450 penumpang; pada 22 Agustus sebanyak 1.284 penumpang; dan pada 23 Agustus sebanyak 1.581 penumpang.

Jumlah ini meningkat dibandingkan pada rata-rata Juli lalu dimana okupansi berada di kisaran 500 penumpang secara harian di seluruh wilayah Daop 9.

Khusus untuk Stasiun Pasuruan tercatat selama libur panjang ini ada 169 penumpang dan Stasiun Probolinggo tercatat sebanyak 324 penumpang. Namun jumlah ini diakuinya masih belum maksimal, sebab saat libur panjang per stasiun bisa mencapai 400 sampai 700 penumpang.

Long weekend ada peningkatan, jauh lebih baik dari bulan lalu. Masyarakat sudah mulai berani untuk bepergian sejak adanya pandemi Covid 19. Mereka sudah paham aturan bagaimana selama berada di stasiun dan di KA, jadi mereka tidak tertolak,” ungkapnya.

Mahendro menjelaskan, aturan protokol kesehatan yang diberlakukan KAI masih terus dilakukan. Penumpang KA harus datang membawa bukti surat sehat dan bersedia mengikuti protokoler yang berlaku di stasiun mulai dari menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan di tempat yang sudah disiapkan. Jika mereka tidak mematuhi aturan ini, seperti tidak membawa masker atau suhu tubuh di atas normal, maka mereka tidak diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan mereka.

“Saat ini masyarakat sudah paham, jadi penolakan penumpang di stasiun sudah hampir tidak ada. Kalau di awal operasional pada Juni lalu sering kali terjadi penolakan karena persyaratan tidak dipenuhi,” sebut Mahendro. (riz/mie)

PASURUAN, Radar Bromo Long weekend tahun baru Islam membuat sejumlah kereta api yang melintas di wilayah Daop IX Jember mengalami lonjakan penumpang. Dalam sehari, Daop IX mencatat ada lebih dari seribu penumpang yang menggunakan kereta api (KA) di wilayahnya.

Manajer Humas Daop 9 Jember Mahendro Bawono mengungkapkan, dari catatan Daop, selama libur panjang ini masyarakat yang menggunakan moda KA meningkat drastis. Per hari rata-rata jumlah penumpang lebih dari seribu.

Pada 19 Agustus, diketahui pengguna KA sebanyak 1.717 penumpang; pada 20 Agustus sebanyak 1.838 penumpang; pada 21 Agustus sebanyak 1.450 penumpang; pada 22 Agustus sebanyak 1.284 penumpang; dan pada 23 Agustus sebanyak 1.581 penumpang.

Jumlah ini meningkat dibandingkan pada rata-rata Juli lalu dimana okupansi berada di kisaran 500 penumpang secara harian di seluruh wilayah Daop 9.

Khusus untuk Stasiun Pasuruan tercatat selama libur panjang ini ada 169 penumpang dan Stasiun Probolinggo tercatat sebanyak 324 penumpang. Namun jumlah ini diakuinya masih belum maksimal, sebab saat libur panjang per stasiun bisa mencapai 400 sampai 700 penumpang.

Long weekend ada peningkatan, jauh lebih baik dari bulan lalu. Masyarakat sudah mulai berani untuk bepergian sejak adanya pandemi Covid 19. Mereka sudah paham aturan bagaimana selama berada di stasiun dan di KA, jadi mereka tidak tertolak,” ungkapnya.

Mahendro menjelaskan, aturan protokol kesehatan yang diberlakukan KAI masih terus dilakukan. Penumpang KA harus datang membawa bukti surat sehat dan bersedia mengikuti protokoler yang berlaku di stasiun mulai dari menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan di tempat yang sudah disiapkan. Jika mereka tidak mematuhi aturan ini, seperti tidak membawa masker atau suhu tubuh di atas normal, maka mereka tidak diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan mereka.

“Saat ini masyarakat sudah paham, jadi penolakan penumpang di stasiun sudah hampir tidak ada. Kalau di awal operasional pada Juni lalu sering kali terjadi penolakan karena persyaratan tidak dipenuhi,” sebut Mahendro. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/