alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Sudah 228 Narapidana di Lapas Pasuruan Terima Asimilasi

PURWOREJO, Radar Bromo– Proses asimilasi atau program pembebasan bersyarat bagi narapidana di Lapas IIB Pasuruan terus berlanjut. Saat ini ada 228 warga binaan (WB) atau narapidana yang sudah mendapatkan asimilasi. Program ini akan terus dilakukan selama kebijakan dari Kemenkum Ham belum dicabut.

Kalapas Pasuruan, Wahyu Indarto mengungkapkan, proses asimilasi sudah diberikan sejak akhir Maret lalu. Dan untuk mendapatkan asimilasi ini, para WB harus memenuhi sejumlah persyaratan. Diantaranya mereka harus berkelakuan baik, telah menjalani masa hukuman 2/3 dari lama hukuman dan bukan berasal dari tindak pidana terorisme, korupsi, illegal logging, trafficking atau narkotika di atas lima tahun.

“Asimilasi terus kami berikan. Sebab kebijakan ini masih belum dicabut. Saat ini ada 228 napi lapas IIB Pasuruan yang sudah dapat asimilasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sesuai arahan dari Kemenkum Ham bahwa program asimilasi ini diharapkan dapat mengurangi over kapasitas atau kelebihan penghuni di Lapas Pasuruan. Para WB yang sudah di keluarkan tetap mengikuti himbauan pemerintah dengan tidak pergi kemana mana jika tidak penting. Sebab saat ini masih dalam pandemi.

Ia berharap napi ini bisa memanfaatkan pembebasan mereka dengan lebih baik. Seperti tidak mengulangi perbuatan dahulu, dan melakukan hal yang bermanfaat di lingkungannya. Serta selalu mengikuti protokoler kesehatan sesuai arahan pemerintah. (riz/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo– Proses asimilasi atau program pembebasan bersyarat bagi narapidana di Lapas IIB Pasuruan terus berlanjut. Saat ini ada 228 warga binaan (WB) atau narapidana yang sudah mendapatkan asimilasi. Program ini akan terus dilakukan selama kebijakan dari Kemenkum Ham belum dicabut.

Kalapas Pasuruan, Wahyu Indarto mengungkapkan, proses asimilasi sudah diberikan sejak akhir Maret lalu. Dan untuk mendapatkan asimilasi ini, para WB harus memenuhi sejumlah persyaratan. Diantaranya mereka harus berkelakuan baik, telah menjalani masa hukuman 2/3 dari lama hukuman dan bukan berasal dari tindak pidana terorisme, korupsi, illegal logging, trafficking atau narkotika di atas lima tahun.

“Asimilasi terus kami berikan. Sebab kebijakan ini masih belum dicabut. Saat ini ada 228 napi lapas IIB Pasuruan yang sudah dapat asimilasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sesuai arahan dari Kemenkum Ham bahwa program asimilasi ini diharapkan dapat mengurangi over kapasitas atau kelebihan penghuni di Lapas Pasuruan. Para WB yang sudah di keluarkan tetap mengikuti himbauan pemerintah dengan tidak pergi kemana mana jika tidak penting. Sebab saat ini masih dalam pandemi.

Ia berharap napi ini bisa memanfaatkan pembebasan mereka dengan lebih baik. Seperti tidak mengulangi perbuatan dahulu, dan melakukan hal yang bermanfaat di lingkungannya. Serta selalu mengikuti protokoler kesehatan sesuai arahan pemerintah. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/