alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Proyek PDAM Molor, Pompa Baru Dinyalakan Kamis

PASURUAN, Radar Bromo- Proyek peninggian overgang pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya di Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, molor. Karenanya, baru Kamis (23/6) pompa air menuju Kota Pahlawan itu dinyalakan.

Staf Senior PDAM Surabaya di Pasuruan Cholik mengatakan, estimasi penghentian operasi pompa memang hanya 14 jam. Terhitung sejak dimatikan pada 16 Juni. Namun, ternyata pengerjaannya tidak mudah, sehingga meleset dari perkiraan. “Kan estimasi. Jadi bisa cepat dan bisa molor,” katanya.

Menurutnya, pengerjaan molor karena ternyata pengerjaannya tidak semudah yang direncanakan. Karena itu, pompa masih terus dimatikan. Syukur, kemarin sudah dinyalakan setelah pengerjaannya rampung, sekitar pukul 14.00. “Kami beritahukan bahwa pompa sudah dihidupkan. Sudah kembali mendistribusikan air,” katanya.

Meski pompa air mati hampir sepekan, Cholik mengaku, tetap bisa menyalurkan air kepada pelanggan. Caranya dengan mengalirkan air melalui sistem grafitasi. Sistem ini tidak memerlukan pompa. Tetapi, tidak sama dengan menggunakan pompa. “Debitnya kecil. Cukup kalau nandon. Tetapi, untuk harian, ya harus nandon itu, memang,” katanya.

Dengan telah dinyalakannya pompa tersebut, ia memastikan distribusi air kembali lancar. Seperti sedia kala.

Diketahui, PDAM Surabaya melakukan pengerjaan peninggian overgang pipa. Ada dua titik di dua lokasi yang digarap. Di Desa Gading, Kecamatan Winongan dan di Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso. Pengerjaan ini menyebabkan distribusi air terganggu. Syukur, kini sudah rampung. (sid/rud)

PASURUAN, Radar Bromo- Proyek peninggian overgang pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya di Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, molor. Karenanya, baru Kamis (23/6) pompa air menuju Kota Pahlawan itu dinyalakan.

Staf Senior PDAM Surabaya di Pasuruan Cholik mengatakan, estimasi penghentian operasi pompa memang hanya 14 jam. Terhitung sejak dimatikan pada 16 Juni. Namun, ternyata pengerjaannya tidak mudah, sehingga meleset dari perkiraan. “Kan estimasi. Jadi bisa cepat dan bisa molor,” katanya.

Menurutnya, pengerjaan molor karena ternyata pengerjaannya tidak semudah yang direncanakan. Karena itu, pompa masih terus dimatikan. Syukur, kemarin sudah dinyalakan setelah pengerjaannya rampung, sekitar pukul 14.00. “Kami beritahukan bahwa pompa sudah dihidupkan. Sudah kembali mendistribusikan air,” katanya.

Meski pompa air mati hampir sepekan, Cholik mengaku, tetap bisa menyalurkan air kepada pelanggan. Caranya dengan mengalirkan air melalui sistem grafitasi. Sistem ini tidak memerlukan pompa. Tetapi, tidak sama dengan menggunakan pompa. “Debitnya kecil. Cukup kalau nandon. Tetapi, untuk harian, ya harus nandon itu, memang,” katanya.

Dengan telah dinyalakannya pompa tersebut, ia memastikan distribusi air kembali lancar. Seperti sedia kala.

Diketahui, PDAM Surabaya melakukan pengerjaan peninggian overgang pipa. Ada dua titik di dua lokasi yang digarap. Di Desa Gading, Kecamatan Winongan dan di Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso. Pengerjaan ini menyebabkan distribusi air terganggu. Syukur, kini sudah rampung. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/