alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Piroritaskan Program Ketahanan Pangan-Kesehatan

Kendati tahun ini banyak anggaran yang terserap untuk penanganan Covid-19, Desa Bakalan  masih bisa mengalokasikan anggaan untuk pembangunan fisik. Di antaranya pavingisasi dan pembangunan pondok kesehatan desa. Bahkan rest area dan berbagai program ketahanan pangan sudah direncanakan.

 

KEPALA Desa Bakalan Ahmad Abdulloh menegaskan, pembangunan fisik banyak dilakukan di tahun ini. Salah satunya adalah pavingisasi yang dilakukan di 4 dusun yaitu di Bakalan, Babatan, Sukun dan Keputran.

“Untuk pavingisasi dilakukan di jalan lingkungan dan jalan usaha tani. Sebanyak 3 titik sudah selesai. Tinggal menyisakan di Dusun Babatan yang baru mulai dikerjakan,” terangnya. Setelah dibangun, dia berharap, jalan yang awalnya tanah padat ini bisa lebih nyaman digunakan oleh masyarakat.

Selain itu ada Pondok Kesehatan Desa (Poskesdes) dibangun dengan luas 7 kali 12 meter. Pelayanan Poskesdes sebelumnya dilakukan di gedung PKK. Sehingga setelah pembangunan Poskesdes, pelayanan diharapkan bisa lebih nyaman dan maksimal untuk masyarakat.

RAMAH: Kepala Desa Bakalan Ahmad Abdulloh (tengah depan) bersama Perangkat Desa Bakalan saat momen halal bihalal. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Tahun ini Desa Bakalan juga mulai menggarap rest area di Dusun Keputran. Tanah seluas 60 kali 120 meter sudah dilakukan pengurukan. Kedepan tanah desa ini bakal menjadi lapak UMKM dan jasa parkir untuk perusahaan. “Termasuk kedepan ada wisata kuliner. Di tahap awal ini masih penyiapan lahannya dengan pengurukan,” jelasnya.

Kendati tahun ini banyak anggaran yang terserap untuk penanganan Covid-19, Desa Bakalan  masih bisa mengalokasikan anggaan untuk pembangunan fisik. Di antaranya pavingisasi dan pembangunan pondok kesehatan desa. Bahkan rest area dan berbagai program ketahanan pangan sudah direncanakan.

 

KEPALA Desa Bakalan Ahmad Abdulloh menegaskan, pembangunan fisik banyak dilakukan di tahun ini. Salah satunya adalah pavingisasi yang dilakukan di 4 dusun yaitu di Bakalan, Babatan, Sukun dan Keputran.

“Untuk pavingisasi dilakukan di jalan lingkungan dan jalan usaha tani. Sebanyak 3 titik sudah selesai. Tinggal menyisakan di Dusun Babatan yang baru mulai dikerjakan,” terangnya. Setelah dibangun, dia berharap, jalan yang awalnya tanah padat ini bisa lebih nyaman digunakan oleh masyarakat.

Selain itu ada Pondok Kesehatan Desa (Poskesdes) dibangun dengan luas 7 kali 12 meter. Pelayanan Poskesdes sebelumnya dilakukan di gedung PKK. Sehingga setelah pembangunan Poskesdes, pelayanan diharapkan bisa lebih nyaman dan maksimal untuk masyarakat.

RAMAH: Kepala Desa Bakalan Ahmad Abdulloh (tengah depan) bersama Perangkat Desa Bakalan saat momen halal bihalal. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Tahun ini Desa Bakalan juga mulai menggarap rest area di Dusun Keputran. Tanah seluas 60 kali 120 meter sudah dilakukan pengurukan. Kedepan tanah desa ini bakal menjadi lapak UMKM dan jasa parkir untuk perusahaan. “Termasuk kedepan ada wisata kuliner. Di tahap awal ini masih penyiapan lahannya dengan pengurukan,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/