alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Cuaca Tak Menentu, Banyak Tanaman Kentang Mati

PASURUAN, Radar Bromo- Petani kentang di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sedang gelisah. Cuaca yang tidak menentu belakangan mengakibatkan banyak tanaman kentang mati. Banyak petani yang akhirnya merugi.

Salah satunya seperti yang dirasakan Wantoro. Petani asal Desa Podokoyo ini mengaku, tanaman kentang miliknya tak tersisa. Ini terjadi sejak cuaca tidak menentu. Kadang panas, kadang tiba-tiba hujan turun dengan intensitas cukup tinggi.

“Tanaman kentang punya saya mati semua. Tak tersisa sama sekali,” katanya.

Wantoro sendiri menanam kentang di lahan sekitar 1 hektare. Dan semua tanaman kentang miliknya mati di lahan itu. Memang, tak langsung semua kentang mati. Tetapi, perlahan hingga tak ada sama sekali.

“Awalnya tanaman yang di pinggiran. Kemudian merambat ke tengah dan mati semua,” ujarnya.

Akibatnya, ia harus menelan kerugian cukup besar. Yaitu, sekitar Rp 10 juta. Biaya itu dia gunakan mulai dari pembibitan hingga penanaman.

Saat ini, Wantoro membiarkan lahannya kosong. Sebab, cuaca masih tidak menentu. Setelah cuaca kembali bersahabat, baru Wantoro akan bertanam lagi.

PASURUAN, Radar Bromo- Petani kentang di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sedang gelisah. Cuaca yang tidak menentu belakangan mengakibatkan banyak tanaman kentang mati. Banyak petani yang akhirnya merugi.

Salah satunya seperti yang dirasakan Wantoro. Petani asal Desa Podokoyo ini mengaku, tanaman kentang miliknya tak tersisa. Ini terjadi sejak cuaca tidak menentu. Kadang panas, kadang tiba-tiba hujan turun dengan intensitas cukup tinggi.

“Tanaman kentang punya saya mati semua. Tak tersisa sama sekali,” katanya.

Wantoro sendiri menanam kentang di lahan sekitar 1 hektare. Dan semua tanaman kentang miliknya mati di lahan itu. Memang, tak langsung semua kentang mati. Tetapi, perlahan hingga tak ada sama sekali.

“Awalnya tanaman yang di pinggiran. Kemudian merambat ke tengah dan mati semua,” ujarnya.

Akibatnya, ia harus menelan kerugian cukup besar. Yaitu, sekitar Rp 10 juta. Biaya itu dia gunakan mulai dari pembibitan hingga penanaman.

Saat ini, Wantoro membiarkan lahannya kosong. Sebab, cuaca masih tidak menentu. Setelah cuaca kembali bersahabat, baru Wantoro akan bertanam lagi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/