alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Vaksinasi Lansia di Kota Pasuruan Sudah 4.560 Orang

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan bergerak cepat mengatasi ledakan Covid-19 menyusul adanya klaster ziarah. Vaksinasi yang menyasar warga lanjut usia (lansia) belum mencapai target. DPRD Kota Pasuruan menilai pentingnya sosialisasi secara masif kepada warga yang akan divaksin.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menginstruksikan Satgas Penanganan Covid-19 untuk mengantisipasi penyebaran meluas. Di antaranya dengan mempercepat proses vaksinasi. Khususnya bagi lansia yang saat ini masih berjalan. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Hari Lansia di Gedung Gradika Bhakti Praja, Selasa (22/6).

“Saya juga mengajak para lansia yang sudah divaksin untuk jadi jurkam, jadi penggerak agar lansia yang belum divaksin mau dan ikut divaksin,” kata Gus Ipul.

Para lansia yang sudah divaksin diminta membantu menyampaikan jika vaksin itu aman, dan halal bagi lansia. Sejauh ini, belum ada kasus atau keluhan lansia pasca divaksin. Ia juga meminta kesediaan para lansia untuk berbagi pengalaman, kisah dan cerita mulai sebelum sampai sesudah divaksin kepada lansia yang belum divaksin.

Berdasarkan data yang ada, vaksinasi lansia di Kota Pasuruan akan menyasar 11.400 warga. Hingga saat ini, capaian vaksinasi lansia sudah mencapai 4.560 warga. Sehingga masih ada 41 persen lansia yang belum mendapatkan vaksin. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Pasuruan,” sambungnya.

Di sisi lain, anggota Komisi I DPRD Kota Pasuruan R Imam Joko Sih Nugroho menilai vaksinasi perlu dilakukan secara simultan. Sehingga kekebalan tubuh massal segera tercapai. Untuk itu, sosialisasi menjadi hal yang penting diperhatikan. Agar sasaran vaksin sesuai yang ditargetkan.

“Sosialisasi terkait vaksin perlu dilakukan secara simultan. Ada kader posyandu, kader kesehatan yang selama ini memang gencar dalam sosialisasi,” kata Imam.

Di samping itu, Imam mengatakan setiap RT RW juga terdapat relawan PPKM skala mikro. Dia berharap, para relawan itu juga ikut andil dalam mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Akan tetapi, selama ini peran mereka dinilai kurang maksimal. Padahal mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Jadi sebenarnya resource yang kita miliki ini banyak. Kami harap sosialisasi dioptimalkan sehingga capaian target vaksin tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, sasaran vaksinasi sudah terdata secara lengkap. Dengan data itu, sosialisasi bisa dilakukan secara masif. Sehingga masyarakat yang akan divaksin, memiliki pemahaman yang utuh mengenai pentingnya vaksin Covid-19. “Data sasaran vaksin lansia kan sudah ada, ya itu yang dimasifkan untuk sosialisasi sehingga vaksinasi lansia segera tuntas. Mengingat antusias masyarakat umum yang akan divaksin juga tinggi,” bebernya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan bergerak cepat mengatasi ledakan Covid-19 menyusul adanya klaster ziarah. Vaksinasi yang menyasar warga lanjut usia (lansia) belum mencapai target. DPRD Kota Pasuruan menilai pentingnya sosialisasi secara masif kepada warga yang akan divaksin.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menginstruksikan Satgas Penanganan Covid-19 untuk mengantisipasi penyebaran meluas. Di antaranya dengan mempercepat proses vaksinasi. Khususnya bagi lansia yang saat ini masih berjalan. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Hari Lansia di Gedung Gradika Bhakti Praja, Selasa (22/6).

“Saya juga mengajak para lansia yang sudah divaksin untuk jadi jurkam, jadi penggerak agar lansia yang belum divaksin mau dan ikut divaksin,” kata Gus Ipul.

Para lansia yang sudah divaksin diminta membantu menyampaikan jika vaksin itu aman, dan halal bagi lansia. Sejauh ini, belum ada kasus atau keluhan lansia pasca divaksin. Ia juga meminta kesediaan para lansia untuk berbagi pengalaman, kisah dan cerita mulai sebelum sampai sesudah divaksin kepada lansia yang belum divaksin.

Berdasarkan data yang ada, vaksinasi lansia di Kota Pasuruan akan menyasar 11.400 warga. Hingga saat ini, capaian vaksinasi lansia sudah mencapai 4.560 warga. Sehingga masih ada 41 persen lansia yang belum mendapatkan vaksin. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Pasuruan,” sambungnya.

Di sisi lain, anggota Komisi I DPRD Kota Pasuruan R Imam Joko Sih Nugroho menilai vaksinasi perlu dilakukan secara simultan. Sehingga kekebalan tubuh massal segera tercapai. Untuk itu, sosialisasi menjadi hal yang penting diperhatikan. Agar sasaran vaksin sesuai yang ditargetkan.

“Sosialisasi terkait vaksin perlu dilakukan secara simultan. Ada kader posyandu, kader kesehatan yang selama ini memang gencar dalam sosialisasi,” kata Imam.

Di samping itu, Imam mengatakan setiap RT RW juga terdapat relawan PPKM skala mikro. Dia berharap, para relawan itu juga ikut andil dalam mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Akan tetapi, selama ini peran mereka dinilai kurang maksimal. Padahal mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Jadi sebenarnya resource yang kita miliki ini banyak. Kami harap sosialisasi dioptimalkan sehingga capaian target vaksin tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, sasaran vaksinasi sudah terdata secara lengkap. Dengan data itu, sosialisasi bisa dilakukan secara masif. Sehingga masyarakat yang akan divaksin, memiliki pemahaman yang utuh mengenai pentingnya vaksin Covid-19. “Data sasaran vaksin lansia kan sudah ada, ya itu yang dimasifkan untuk sosialisasi sehingga vaksinasi lansia segera tuntas. Mengingat antusias masyarakat umum yang akan divaksin juga tinggi,” bebernya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/